Cerita Kriminal

Misteri Jasad Bocah di Depok Temui Titik Terang, Kakek Cabul Remas Kelamin Korban Sampai Pingsan

Misteri penemuan jasad bocah berinisial MDF (12) di Depok akhirnya menemui titik terang. Terkuak aksi kakek cabul remas kelamin korban.

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto ilustrasi jasad dan Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Hadi Kristanto. Misteri penemuan jasad bocah berinisial MDF (12) di Depok akhirnya menemui titik terang. Terkuak aksi kakek cabul remas kelamin korban pada Rabu (27/9/2023). 

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Misteri penemuan jasad bocah berinisial MDF (12) di Depok akhirnya menemui titik terang.

Bocah malang itu tewas akibat dicabuli kakek berinisial N (70). Jasad bocah tersebut ditemukan di Kampung Sindangkarsa RT 1 RW 8, Sukamaju Baru, Tapos, Kota Depok, Rabu (27/9/2023) malam.

Kakek cabul itu meremas alat kelamin korban sampai kesakitan. Sang bocah akhirnya tewas saat dibawa ke rumah sakit.

"Kakek mencabuli beberapa anak laki laki, Siang pukul 14.00 WIB, biji nya diremas," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Hadi Kristanto saat dikonfirmasi, Kamis (28/9/2023).

"Kakek mencabuli beberapa anak laki laki, Siang pukul 14.00 WIB, biji nya diremas," kata Hadi saat dikonfirmasi, Kamis (28/9/2023).

Selain mencabuli korban, pelaku juga melakukan aksi bejatnya ke sejumlah anak lainnya.

"Jatuh pingsan, sampai rumah sakit meninggal, satu korban anak anak meninggal," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Hadi Kristanto mengungkap penyebab bocah berinisial MDF (12) di Depok meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Hadi Kristanto mengungkap penyebab bocah berinisial MDF (12) di Depok meninggal dunia. (TribunDepok)

Kini korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna menjalani otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya tersebut.

Sementara itu, Ketua RT 01/RW 08 Sukamaju, Slamet mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologis tewasnya MDF.

"Untuk kronologisnya saya belum tahu persis maaf, karena saat kejadian anak langsung dibawa ke rumah sakit pulang langsung ditangani petugas polisi," kata Slamet.

Menurut Slamet, terduga pelaku masih memiliki ikatan keluarga dengan korban dan tidak memiliki masalah berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

"Terduga N (70) masih ada ikatan saudara, ya waras, tiap hari ke masjid, bersosialisasi dengan masyarakat," katanya.

Sebelumnya diberitakan, jasad bocah berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan pada Rabu (27/9/2023) malam.

Bocah tersebut diduga menjadi korban kekerasan di sebuah rumah.

Namun, polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved