Pemilu 2024

Keterwakilan Caleg Perempuan Lolos DPRD DKI Rendah, Pengamat Ungkap Faktor Pengurus Partai

Pada Pemilu 2024 ini, caleg perempuan yang lolos hanya 26 orang atau 25 persen dari total 106 kursi DPRD DKI.

Tayang:
Elga Hikari Putra/TribunJakarta.com
Rapat paripurna DPRD DKI Jakarta mengenai penyampaian pidato Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono tentang pertanggungjawaban pelaksanaan ABPD 2022. Dalam rapat, Anggota Komisi A, Bambang Kusumanto menyampaikan interupsi agar Pemprov DKI membuka kembali akses e-planning dan e-budgeting. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM - Direktur Eksekutif Jaringan Pemberdayaan Politik dan Lingkungan Hidup (Gardapoli) Sitti Rakhman, menyoroti masih rendahnya keterwakilan caleg perempuan di DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2024.

Diketahui, pada Pemilu 2024 ini, caleg perempuan yang lolos hanya 26 orang atau 25 persen dari total 106 kursi DPRD DKI.

Dimana 13 orang atau 50 persen diantaranya adalah para caleg perempuan berstatus petahana di DPRD DKI Jakarta.

Disampaikan Rakhma, angka itu masih sedikit lebih baik jika dibandingkan pada Pileg 2019 yang hanya 23 perempuan atau 21,7 persen keterwakilan perempuan di DPRD DKI Jakarta, namun memang masih di bawah 30 persen sebagaimana yang diharapkan.


 
"Sebenarnya sudah bagus ada peningkatan cuma memang belum sesuai yang diharapkan 30 persen," katanya saat dihubungi, Jumat (15/3/2024).

Dalam sistem proporsional terbuka yang dianut saat ini, Rakhma menjelaskan bahwa siapapun yang bekerja mencari suara lebih banyak maka akan terpilih tanpa melihat gender. 

Namun, tantangan pada caleg perempuan ialah minimnya sumberdaya atau anggaran. 

Hal itu menyebabkan keterbatasan untuk kampanye kemasyarakat maupun mencetak alat peraga kampanye (APK).  

Terlebih, praktik penggunaan politik uang yang semakin masif, ikut mempersempit peluang terpilihnya perempuan. 

"Tantangan ketiga ya secara struktur, banyaknya perempuan itu juga tidak menjadi bagian dari mengurus partai politik," katanya.\

Dian Pratama, Eva Qolbina dan Basri Baco, para caleg terpilih dari dapil Jakarta 1.
Dian Pratama, Eva Qolbina dan Basri Baco, para caleg terpilih dari dapil Jakarta 1. (Jaisy/TribunJakarta.com)

Karenanya, tak banyak caleg perempuan yang bisa mendapatkan nomor urut 1  di tiap dapilnya.

Padahal, tingkat keterpilihan caleg nomor urut 1 sebanyak 60 persen.

"Misalnya dari segi penempatan nomor urut aja, perempuan bisa ditempatkan nomor urut 1," tutur dia.

Berikut ini TribunJakarta.com merangkum ke-26 caleg perempuan yang lolos ke DPRD DKI Jakarta;

Gerindra

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved