Waspada Lonjakan DBD, Dinkes Catat 4 Kasus Kematian Sepanjang 2024

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat, warga penderita demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya telah mencapai 441 kasus sepanjang 2024.

Tribunnews
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat, warga penderita demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya telah mencapai 441 kasus sepanjang 2024.

Kepala Dinkes Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan, data tersebut dimulai dari periode Januari hingga 15 Maret 2024 dengan empat kasus di antaranya meninggal dunia.

"Kasus terbanyak berada di Kecamatan Jatiasih  dengan 117 kasus dan Bantargebang 60 kasus," kata Tanti dalam keterangannya yang dikutip, Senin (25/3/2024).

Empat kasus kematian akibat DBD masing-masing ditemukan di Kecamatan Jatiasih dua orang, Kecamatan Bekasi Selatan dan Jatisampurna masing-masing satu orang.

Dinkes Kota Bekasi mengimbau, masyarakat diminta untuk melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD, di mana per Maret 2024 sudah ada 111 kasus yang tersebar di 12 kecamatan di Kota Bekasi.

Dari 111 kasus di Maret 2024 tersebut, berdasarkan kategori usia 15 sampai 44 tahun sebanyak 53 kasus dan 5 sampai 14 tahun sebanyak 44 kasus.

"Kita juga telah menyampaikan surat kesiapsiagaan mengantisipasi penyakit di musim hujan dan banjir," jelas dia.

Tidak hanya itu, Dinkes Kota Bekasi juga telah memastikan kesiapan fasilitas rumah sakit serta Puskesmas di seluruh wilayah.

"Kami selalu bersiaga terhadap kasus DBD maupun penyakit lainnya yang terjadi dengan menyiapkan fasilitas pendukung di puskesmas dan tenaga kesehatan yang ada," tegasnya. 

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved