Gudang Peluru di Bekasi Meledak
Ledakan Terjadi Berkali-kali, Damkar Pakai Bantuan Robot Padamkan Api di Gudang Peluru Bekasi
Dinas Gulkarmat DKI Jakarta pakai bantuan robot padamkan api di lokasi ledakan, gudang peluru Bekasi.
TRIBUNJAKARTA.COM - Pemadam kebakaran (damkar) menggunakan bantuan tenaga robot pada proses pemadaman api di titik ledakan gudang peluru Bekasi, Sabtu (30/3/2024) malam.
Kadis Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan, penggunaan bantuan robot tersebut untuk meminimalisir risiko terhadap para personel.
Mengingat lokasi kenakaran, membutuhkan penanganan secara khusus.
"Jadi memang untuk mengalihkan risiko terhadap personel kita menggunakan dua unit robotik. Nah itu jangan sampai risiko, karena kan ini masuk ke gudang peluru yang memang SOP-nya harus penanganan khusus," kata Satriadi di lokasi tadi malam.
Unit robotik tersebut bisa dioperasikan jarak jauh hingga 500 meter oleh operator.
Robot tersebut dilengkapi dengan kamera canggih yang bisa membaca titik api.
Sehingga untuk medan khusus seperti gudang peluru itu, personel damkar dapat melakukan pemadaman tanpa harus mendekat ke titik api tersebut.
"Saya tadi lihat posisi amannya ada 200 meter dari gudang. Jadi anggota masih bisa menggerakaan (robot) dengan 200 meter itu. Karena di robot itu ada kameranya juga, terlihat juga kondisinya seperti apa," bebernya.
Adapun selain mengerahkan unit pemadam robot, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta juga mengerahkan beberapa unit mobil pompa lainnya.
Ia pun menyebut, tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran dahsyat itu.
Warga dengar ledakan berkali-kali
Sebelumnya, detik-detik mencekam saat meledaknya gudang peluru di Bekasi diungkap oleh warga sekitar.
Suryadi salah satu warga yang bermukim di wilayah dekat Gudmurah Jaya/Bekasi, bercerita bahwa ledakan awalnya terjadi saat warga tengah menikmati momen buka puasa.
"Tadi pas bedug magrib pas saya selesai buka puasa, pertama awalnya (ledakan) kecil terus saya keluar udah terang, akhirnya saya kabur," kata Suryadi, Sabtu (30/3/2024) malam.
Rumah Suryadi, hanya berjarak kurang lebih satu kilo meter dari tempat kejadian.
Kala itu ia menyebut, sempat terdengar suara ledakan dahsyat beberapa kali hingga ia dan warga sekitar lainnya panik kocar-kacir.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.