Manfaatkan Program JKN, Seorang Guru Jalani Pengobatan Selama 8 Bulan Secara Gratis

Wanita bernama Rukiah, merasa sangat terbantu dengan biaya pengobatan yang ditanggung penuh oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Editor: Muji Lestari
Istimewa
Rukiah peserta JKN PBI 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok pahlawan tanpa tanda jasa ini merasa sangat terbantu dengan biaya pengobatan yang ditanggung penuh oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atas keikutsertaan dirinya dan keluarga dalam Program JKN sejak lama.

Ia adalah Rukiah, menurutnya dengan adanya bantuan biaya secara penuh dari BPJS Kesehatan merupakan manfaat peserta JKN yang telah dirasakan langsung oleh dirinya dan keluarga secara nyata.

Pasalnya, bukan hanya sebentar namun pengobatan yang dilakukannya ini telah berlangsung lama.

“Delapan bulan ibu saya harus menjalankan perawatan berselingan dengan rawat inap di rumah sakit. Tapi, semua ditanggung penuh oleh Program JKN. Kami tidak mengeluarkan biaya sama sekali di rumah sakit," beber Rukiah.

"Ditambah lagi, delapan bulan bukan waktu yang singkat untuk menjalani semua proses pengobatannya, mulai dari pelayanan medis yang diberikan, ketersediaan obat di rumah sakit, hingga konsultasi dengan dokter yang menangani semua kami dapatkan tanpa mengeluarkan biasa sepeserpun,” cerita Rukiah.

Rukiah yang telah memahami sistem yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan ini membuatnya dapat lebih bersabar dalam antrean jadwal pasien yang didapatkan.

Menurutnya, dengan sistem gotong royong dan subsidi silang ini dapat saling membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Apalagi, hampir seluruh masyarakat di Indonesia telah terdaftar sebagai peserta aktif JKN.

Namun hal ini tidak menutup mata Rukiah atas manfaat peserta JKN yang didapatkan begitu besar dan mampu memenuhi kebutuhan pasien sebagaimana indikasi medis yang diberikan.

“Mungkin jika dulu saya tidak mendaftarkan keluarga saya juga dalam kepesertaan JKN, saya sudah kelimpungan saat ini untuk menyelesaikan pembayaran rumah sakit," terangnya.

"Jujur saya cukup terkejut dengan total biaya secara keseluruhan yang ditunjukkan pihak rumah sakit bilamana saya tidak terdaftar sebagai peserta JKN. Namun, semua biaya yang mencapai puluhan juta itu telah dituntaskan secara lunas melalui Program JKN dengan pelayanan luar biasa yang diberikan, mulai dari Fasilitas Kesehatan (Faskes) tempat saya dan keluarga terdaftar, hingga mendapat rujukan ke rumah sakit,” ujarnya.

Rukiah mengakui tidak menemukan perbedaan pelayanan antara pasien peserta JKN dengan pasien umum lainnya.

Ia dan keluarganya masih mendapatkan pelayanan yang bagus sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.

Semua stigma negatif orang lain terkait pelayanan diskriminasi sebagai peserta JKN dibantah Rukiah dengan pembuktian atas pengalamannya sendiri.

Dengan pengalaman baik yang dirasakannya, ia berani mengimbau masyarakat luas yang belum terdaftar sebagai peserta JKN untuk segera terdaftar sebagai peserta aktif.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved