DPO Kasus Vina Cirebon Ditangkap

Petaka Pegi Setiawan Pasang Tato: Digetok Rp 500 Ribu, Kena Omel Kartini Lalu Terseret Kasus Vina

Ayah Pegi Setiawan, Rudi Irawan memberikan penjelasan bahwa tato itu dibuat saat Pegi sedang berada di Bandung. 

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Pegi Setiawan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pegi Setiawan yang mentato tangan kanannya malah tertimpa kesialan. 

Kuli bangunan itu sempat tekor gara-gara ditembak harganya oleh sang pembuat tato, kena omel sang ibu hingga tatonya diseret ke dalam kasus Vina sebagai dugaan penghilangan jejak. 

sang ayah, Rudi Irawan menjelaskan bahwa tato itu dibuat saat Pegi sedang berada di Bandung. 

Pegi Setiawan, kata Rudi, membuat tato bintang di tangan kanannya pada Minggu 28 Agustus 2016. 

Tato itu dibikin Pegi setelah peristiwa terbunuhnya Vina dan Eky sehari sebelumnya. 

"Setelah peristiwa bikinnya. Posisinya di Bandung sama temannya Rian," kata Rudi kepada Dedi Mulyadi di channel Youtube Ded Mulyadi yang tayang pada Minggu (7/7/2024). 

Rian, yang merupakan teman kerja sesama kuli di Bandung, yang mengantarkan Pegi untuk membuat tato

Awalnya Pegi meminta izin ke Rudi untuk jalan-jalan bersama Rian membeli baju. 

"Izin ke saya Pegi mau ke kota beli baju. Terus ada seni tato, yang bisa dihapus. Bikin di sana," ujarnya. 

Namun, saat di tempat pembuatan tato, Pegi malah tekor. 

lihat fotoKubu Pegi Setiawan mendapatkan informasi mengenai sosok Pegi Perong jelang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (8/7/2024). Bagaimana pendapat Tribunners?
Kubu Pegi Setiawan mendapatkan informasi mengenai sosok Pegi Perong jelang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (8/7/2024). Bagaimana pendapat Tribunners?

Ia merasa ditekan oleh sang pembuat jasa tato di daerah Tegallega. Harga jasa yang semula sepakat Rp 150 ribu ditekan menjadi Rp 500 ribu. 

"Ternyata itu ditekan harganya Rp 500 ribu jadinya. Tadinya Rp 150 ribu sudah deal tapi ditekan jadi Rp 500 ribu," cerita Rudi. 

Sudah tekor, Pegi juga kena omel oleh sang ibu, Kartini, gara-gara nekat bikin tato.

Kartini pun menyuruh Pegi untuk menghapus tato di tangannya. 

Kartini beralasan adanya tato di tangan membuat Pegi tidak bisa salat. 

Mau tak mau, Pegi menghapus tatonya karena diminta sang ibu pada 30 Agustus 2016. 

"Tangannya divideoin sama saya, dikirim ke ibunya. Ibunya enggak mau kayak anak nakal aja enggak bisa salat. Jadi Pegi disaranin sama tukang genteng sama obat pk (penghapus tato)," kata Rudi.  

Tak hanya tekor dan kena omel Kartini, tato Pegi pun disebut-sebut oleh kuasa hukum Polda Jabar saat persidangan gugatan praperadilan. 

Tato itu diduga sebagai upaya penghilangan jejak Pegi Setiawan atas keterlibatannya di kasus Vina Cirebon. 

Namun, sang ayah membantahnya. 

"Bukan (penghilangan jejak), karena buatnya di Bandung," pungkasnya. 

Polda Jabar jelaskan tato Pegi

Polda Jawa Barat mengurai detail sosok Pegi Setiawan dalam jawaban gugatan praperadilan di sidang Pengadilan Negeri Jawa Barat pada Kamis (2/7/2024). 

Salah satunya terkait keberadaan tato bergambar 3 bintang besar warna merah dan 3 bintang kecil warna hitam di lengan kanannya. 

Tato di lengan kanan Pegi Setiawan sempat viral setelah foto-fotonya diunggah di media sosial. 

Dalam foto viral itu tampak Pegi Setiawan pergi bersama teman-temannya ke pantai.

Di foto itu, Pegi terlihat memakai baju warna biru muda.

Kemudian terlihat Pegi sempat memamerkan tato di tangan kanannya.

Keberadaan tato itu pun menjadi bahan pertanyaan polisi saat memeriksa Pegi Setiawan sebagai tersangka.

Kepada polisi, Pegi mengakui bahwa sosok pria bertopi berbaju biru dengan tato di lengan kanan itu dirinya. 

Dijelaskan, tato itu sudah dihapus menggunakan obat pada tanggal 30 Agustus 2016, di tempat kerja Pegi Setiawan di Rancamaya, Kabupaten Bandung.

Meski menceritakan soal tato bintang Pegi Setiawan, pihak Polda Jabar tidak mengungkapkan kaitan tato ini dengan kasus Vina Cirebon.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved