Bahaya Main HP Sambil BAB, Benarkah Bisa Menyebabkan Wasir?
Siapa yang suka main HP sambil BAB? Sebaiknya kebiasaan ini segera kamu tinggalkan, sebab ada bahaya bagi orang yang sering main HP sambil BAB.
TRIBUNJAKARTA.COM - Ketahui bahaya main HP sambil BAB (buang air besar), bisa berdampak buruk buat kesehatan.
HP yang hanya berukuran segenggaman tangan sangat mudah untuk dibawa ke mana saja. Bahkan, kini beberapa orang kerap membawa dan memainkan HP saat ke toilet.
Sembari BAB di toilet, pengguna bisa main HP agar tidak bosan. HP bisa menjadi pengganti majalah atau buku yang biasa dibaca ketika BAB di toilet.
Dengan HP, pengguna bisa membaca informasi dan mengakses hiburan sambil BAB di toilet sehingga tidak bosan.
Meski demikiani, BAB sambil main HP bukanlah kebiasaan yang baik. Pengguna sebaiknya menghindari kebiasaan tersebut karena terdapat dampak yang cukup berbahaya bagi kesehatan.
Lantas, apa akibat dan bahaya main HP sambil BAB di toilet?
Dampak Main HP Sambil BAB
Main HP sambil BAB di toilet memiliki beberapa dampak buruk bagi kesehatan pengguna.
Misalnya, main HP sambil BAB dinilai para ahli bisa meningkatkan potensi terkena masalah kesehatan pencernaan seperti wasir dan sembelit.
Kemudian, kebiasaan tersebut juga bisa mengakibatkan banyak bakteri yang menempel di HP dan menimbulkan masalah kesehatan nantinya.
Adapun penjelasan yang lebih detail mengenai dampak main HP sambil BAB di toilet adalah sebagai berikut.
1. Bisa menyebabkan wasir dan sembelit
Saat main HP atau scroll layar HP, pengguna bisa lebih lama untuk duduk di toilet dari yang seharusnya. dr. Joyce Park, dokter spesialis kulit di klinik Skin Refinery di Amerika Serikat, mengatakan tekanan saat duduk lama di toilet bisa mengakibatkan wasir.
Joyce menjelaskan, bentuk dudukan toilet dirancang untuk meningkatkan tekanan yang bisa membantu memperlancar buang air besar.
Akan tetapi, tekanan yang terlalu besar dari duduk lama akibat main HP sambil BAB bisa meningkatkan resiko terkena wasir, yaitu masalah pembuluh darah vena yang bengkak dan meradang di sekitar rektum atau anus.
Pendapat ini juga disepakati oleh dr. Halika Balagoni, ahli gastroenterologi di Mayo Clinic Health System di Amerika Serikat. Halika menerangkan, setiap orang memiliki pembuluh darah vena di daerah anal bagian bawah, di saluran pencernaan bagian bawah.
| MCK Bersih dan Sampah Terkelola, Komisi C: Pasar Jaya Bisa Raup Lebih Banyak PAD |
|
|---|
| Karyawan Toko Elektronik Tewas di Toilet ITC Fatmawati, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan |
|
|---|
| Akhir Tahun, Kelurahan Kalisari Jakarta Timur Ditarget Bebas Kasus Warga BAB Sembarang |
|
|---|
| Momen Lucu 'Petugas Damkar' Minta Tolong ke Tim Damkar saat Terkunci di Dalam Kamar Mandi |
|
|---|
| 5 Fakta Penumpang KRL Melahirkan di Stasiun Bogor: Usia Kandungan Sudah 36 Minggu, Begini Kondisinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ilustrasi-main-HP-sambil-buang-air-besar.jpg)