Punya Niat Mulia Ingin Berhijrah, 100 Warga Jakut Ikut Program Hapus Tato Gratis di Kantor Wali Kota

Para peserta hapus tato gratis ini memiliki niat mulia untuk berhijrah sehingga perlu menghilangkan rajah dari tubuh mereka.

(Dok. Pemerintah Kota Jakarta Utara).
Warga Jakarta Utara memanfaatkan program hapus tato yang diselenggarakan Baznas (Bazis) Jakarta Utara di Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (26/11/2024). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Sebanyak 100 warga Jakarta Utara memanfaatkan program hapus tato yang diselenggarakan Baznas (Bazis) Jakarta Utara di Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (26/11/2024).

Para peserta hapus tato gratis ini memiliki niat mulia untuk berhijrah sehingga perlu menghilangkan rajah dari tubuh mereka.

Salah satu peserta ialah Linda, warga Rusunawa Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara.

Dengan niat ingin berhijrah, Linda langsung mendaftarkan diri dalam program hapus tato tahap kedua ini.

"Ini pertama kalinya saya ikut kegiatan hapus tato. Ternyata lebih sakit menghapus tato dibandingkan membuat tato," ungkapnya.

"Tapi tidak apa-apa ini adalah risiko yang harus saya jalani karena anak-anak saya suka komplain dengan adanya tato ini yang selalu dianggap negatif," ungkapnya.

Linda mengaku memiliki dua buah tato di tubuhnya yang hendak ia hilangkan.

Untuk hari ini, ia memilih terlebih dahulu menghapus tato di kaki yang dibuat 12 tahun silam.

"Saya punya dua tato dan itu dibuat pada tahun 2012 lalu. Tadi yang baru ditangani baru di kaki nanti kalau ada program ini lagi saya mau ikut biar benar-benar bersih," ucapnya.

Warga Lagoa, Koja, Apriyansyah mengaku telah mengikuti program ini tiga kali.

Hal itu lantaran proses menghapus tato pada bagian lengannya yang memiliki area cukup luas dibutuhkan proses dan tidak sekali pengerjaan langsung hilang.

"Kalau menghapus sendiri tidak ada biaya. Alhamdulillah difasilitasi secara gratis," ucap dia.

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, program hapus tato gratis ini sudah dilakukan sebanyak dua kali di tahun ini.

Untuk memastikan dalam kondisi sehat, para peserta terlebih dahulu harus melalui tahapan cek darah, konsultasi dokter, anastesi hingga penanganan pasca tindakan. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved