Pemilu 2024

Ulasan Lengkap Pilkada Depok 2024: Peta Suara 11 Kecamatan, Nasib PKS hingga Alasan Imam-Ririn Kalah

Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilihan langsung di Depok, pemenangnya bukan jagoan PKS.

TribunnewsDepok.com/M. Rifqi Ibnumasy
Presiden PKS Ahmad Syaikhu memberikan surat rekomendasi kepada Imam Budi Hartono untuk maju pada Pilkada 2024 Depok, Rabu (24/4/2024). 

Cinere
1. Imam Budi Hartono-Ririn Farabi Arafiq: 17.338 suara

2. Supian Suri-Chandra Rahmansyah: 17.193 suara

Suara sah: 34.531

Tapos
1. Imam Budi Hartono-Ririn Farabi Arafiq: 58.009 suara

2. Supian Suri-Chandra Rahmansyah: 56.369 suara

Suara sah: 114.378

Bojong Sari
1. Imam Budi Hartono-Ririn Farabi Arafiq: 31.731 suara

2. Supian Suri-Chandra Rahmansyah: 26.555 suara

Suara sah: 58.286

Alsan Imam-Ririn Kalah

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator, Burhanuddin Muhtadi, membeberkan dua faktor yang membuat hegemoni PKS di Kota Depok tumbang di Pilkada 2024. 

Faktor pertama, adanya kejenuhan warga Depok terhadap dominasi PKS

Hal itu bisa terlihat dari survei sejak Oktober elektabilitas calon wali kota dari PKS, Imam Budi Hartono dan calon wakil wali kota dari Golkar, Ririn Farabi A Rafiq kalah tipis dengan lawannya Supian Suri-Chandra Rahmansyah. 

Kemudian pada bulan November, elektabilitas Imam-Ririn terus menurun dibandingkan Supian-Chandra. 

Kendati demikian, keunggulan Supian saat itu belum lebih dari 50 persen. 

"Sudah ada tendensi calon yang diusung oleh PKS struggling dalam pilkada kali ini. Pertama, memang ada kejenuhan warga Depok terhadap dominasi PKS," kata Burhanuddin seperti dikutip Kompas.id pada Jumat (29/11/2024). 

"Dalam survei, sikap terhadap PKS itu sentimennya cenderung makin negatif. Dua dekade ini memerlukan semacam nuansa perubahan," tambahnya. 

Selain itu, Supian-Chandra lebih gencar kalah populer dengan Imam-Ririn. 

Sebab, Supian-Chandra penetrasi kampanye beserta timnya sangat masif melalui pemasangan alat peraga kampanye hingga gencar ketemu warga. 

Supian Suri dan Imam Budi Hartono. Dua Calon Wali Kota Depok.
Supian Suri dan Imam Budi Hartono. Dua Calon Wali Kota Depok. (Tribun Network)

Selain itu, warga Depok juga kurang puas dengan kinerja pemerintah yang dipimpin PKS

Hal itu lah yang warga menginginkan adanya pembaruan.

Dua dekade PKS berkuasa di Depok menimbulkan kekecewaan dan turunnya kepercayaan terhadap pemimpin yang diusung PKS

"Jangan lupa profil pemilih Depok relatif terdidik, artinya mereka kritis dalam melihat kinerja dan dinamika kehidupan dan perkembangan di Depok," pungkasnya. 

Burhanuddin mengatakan, faktor kedua dipengaruhi karena sosok Anies Baswedan.

Pasalnya, sekitar 30 persen pemilih Anies Baswedan di Kota Depok justru memilih Supian. 

Padahal, sebelumnya pemilih Anies sangat solid mendukung Imam. 

"Ingat, pemilih Anies di Depok itu 41 persen, besar. Oktober-November meningkat sepertiga pemilih Anies yang memilih Supian," katanya. 

Ada kekecewaan karena Anies tidak dicalonkan dalam Pilkada Jakarta. 

Alih-alih setia berdampingan bersama Anies, PKS justru ikut mendukung pencalonan Ridwan Kamil. 

"Yang dicalonkan PKS menjadi gubernur tiba-tiba berubah. PKS di tingkat pusat memutuskan ikut mengusung RK," katanya.

Nasib PKS

PKS sendiri mengaku terkejut dengan kekalahan di Pilkada Depok 2024 ini.

"Kami melakukan survei terakhir sekitar satu pekan sebelum pilkada ya (masih unggul). Perubahan signifikan pemilih dalam satu pekan ini surprise buat kami," ungkap Bendahara DPD PKS Depok, Ade Supriyatnya, kepada Kompas.com, Minggu (8/12/2024).

Dinamika pemilih satu pekan sebelum pemungutan suara menjadi fokus evaluasi demi mengungkap mengapa cawalkot-cawawalkot dari PKS tidak dipilih mayoritas warga.

“Kenapa warga Depok berubah (pilihan) dalam waktu kurang lebih sepekan itu juga harus dicari tahu,” ungkap Ade yang juga diketahui menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Depok periode 2024-2029.

Tak tinggal diam, PKS juga menggugat perselisihan suara Pilkada Depok 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Berdasarkan situs resmi MK di mkri.id, permohonan gugatan resmi diajukan pada Jumat (6/12/2024) pukul 22.15 WIB. Gugatan yang dilayangkan oleh Imam-Ririn itu bernomor 113/PAN.MK/e-AP3/12/2024.

“Pada hari ini, Jumat (6/12/2024) pukul 22.15 WIB, telah diajukan permohonan perselisihan hasil pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota tahun 2024,” bunyi permohonan di bagian awal surat, Senin (9/12/2024). Pihak termohon dalam perkara ini adalah KPU Depok. Sementara Imam-Ririn memberikan kuasanya kepada Rico Novianto Hafid sebagai pemohon.

Permohonan gugatan resmi diterima Plt Panitera Muhidin pada Sabtu (7/12/2024) pukul 00.39 WIB.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved