Cerita Kriminal
Cara Licik Suami yang Bakar Rumah Istri di Jaksel Tak Mempan, HP Dimatikan Agar Tak Diketahui Polisi
Suami yang membakar rumah istrinya di Pesanggrahan, Jakarta Selatan sempat mematikan handphone (HP) miliknya selama masa pelarian.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, PESANGGRAHAN - Suami yang membakar rumah istrinya di Pesanggrahan, Jakarta Selatan sempat mematikan handphone (HP) miliknya selama masa pelarian.
Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam mengatakan, upaya itu dilakukan pelaku berinisial H untuk menghindari kejaran polisi.
"Pelaku sempat juga menghilangkan alat komunikasinya. Bukan dimatikan, tapi HP-nya dimatikan," kata Seala, Jumat (13/6/2025).
Seala mengungkapkan, pelaku menyimpan ponsel miliknya di suatu tempat dengan tujuan agar tidak terdeteksi.
"Memang ditaruh di suatu tempat sehingga tidak bisa terdeteksi baik dari anggota ataupun dari pihak keluarga," ungkap Kapolsek.
Namun, ia menyebut polisi memiliki cara lain untuk mengungkap keberadaan pelaku.
"Tapi dengan cara-cara kepolisian tertentu, dari jajaran Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan bisa mendapati pelaku di wilayah Kembangan, Jakarta Barat," ujar Seala.

Adapun pelaku dan istrinya sudah pisah ranjang selama satu tahun.
Pada Kamis pagi, pelaku datang mengantar bubur untuk anaknya yang sedang sakit.
Beberapa jam kemudian, pelaku kembali datang untuk memberikan uang jajan kepada anaknya.
Ketika itu, korban sempat menegur pelaku dengan nada yang sedikit tinggi.
Namun, pelaku hanya diam dan pulang.
"Aempat tersebut ditegur oleh korban dengan kata-kata 'ngapain lo datang ke sini?'. Lalu tersangka diam dan pulang," ujar Kapolsek.
Sekitar pukul 13.00, pelaku kembali ke rumah korban dengan alasan curiga sang istri memiliki kedekatan dengan seseorang.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.