Silfester Matutina Hina Eks Danjen Kopassus, Anak Buah Serang Balik: Biasa Kalau Termul Kan Begitu
Pernyataan Silfester Matutina yang menyerang eks Danjen Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko membuat anak buahnya geram.
"Saya masih di Kodam bagian pengamanan waktu itu, temuan (tiga senjata) itu saya serahkan kepada Pangdam (Soenarko)," katanya.
Pada tahun 2018, Soenarko meminta Sri Radja untuk mengirimkan senjata M16 A1 ke Jakarta untuk disimpan di Museum Kopassus.
"Kemudian dikirimlah senjata itu melalui prosedur yang resmi AVSEC (Bagian pengamanan) bandara sana (Aceh) tahu, AVSEC garuda di Cengkareng juga, terus di mana (tuduhan) diselundupinnya? Ini kan ada rekayasa, jadi Pak Narko sendiri tidak tahu ada kiriman senjata itu," katanya.
"Nah dikirimnya dibilang selundupan, kalau selundupan kan dirahasiakan ini kan diketahui aparat keamanan bandara, di sini pun diketahui sebelum dikirim," tambahnya.
Maka, kata Sri Radja, menjadi sempurna lah skenario untuk menangkap Soenarko.
Pertama dituduh makar selanjutnya dituduh mengirim senjata selundupan.
"Nah mulai lah Pak Narko ada tuntutan hukum," katanya.
Ternakan Mulyono
Sri Radjasa pun menyebut Silfester Matutina hanya mengarang soal tuduhan makar yang dilakukan Soenarko.
Menurut Sri Radja, tuduhan tersebut merupakan upaya kriminalisasi terhadap Soenarko.
Pernyataan Silfester pun tidak berdasar.
"Jadi salah besar ketika Silfester mengatakan Pak Narko ditangkap karena makar, enggak ada itu ngarang. Saya pikir itu satu pernyataan yang tidak mengedepankan fakta. Biasa kalau termul (ternak Mulyono) itu kan begitu," pungkasnya.
Tahan amarah ratusan prajurit
Ucapan nyelekit relawan Jokowi, Silfester Matutina ke Soenarko itu juga memantik amarah para prajurit TNI.
Mereka ingin 'menyerang' balik Silfester yang dinilai menghina dan merendahkan Soenarko.
Namun, Sri Radjasa mencoba menahan amarah para prajurit.
Ia mengatakan Silfester bukan lawan sebanding eks petinggi Kopassus tersebut.
| KUHAP Baru, Kuasa Hukum Roy Suryo Minta Kejaksaan Segera Eksekusi Silfester Matutina |
|
|---|
| Angkutan Nataru, 50 Petugas Gabungan Dikerahkan di Terminal Kampung Rambutan |
|
|---|
| Terminal Kampung Rambutan Diperketat, 50 Petugas Gabungan Kawal Angkutan Nataru |
|
|---|
| Jelang Nataru, Keberangkatan Penumpang di Terminal Kampung Rambutan Melonjak 25 Persen |
|
|---|
| Senyuman Roy Suryo Usai Ditetapkan Tersangka, Sindir Silfester Matutina: Yang Terpidana Malah Bebas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/KompascomKristian-Erdianto-dan-KompascomRahel.jpg)