DRPD DKI Jakarta Sebut Fenomena Bendera One Piece Bentuk Fanatisme Pecinta Anime
Fenomena pemasangan bendera One Piece tidak perlu dipandang serius atau sebagai sesuatu yang dapat mengancam keutuhan NKRI.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA PUSAT - Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Alia Noorayu Laksono menilai, fenomena pemasangan bendera One Piece di masyarakat merupakan bentuk fanatisme pecinta anime.
Menurut Alia, fenomena tersebut tidak perlu dipandang serius atau sebagai sesuatu yang dapat mengancam keutuhan NKRI.
"Enggak itu kan lucu-lucuan ya selama bukan menghina bendera merah putih saya rasa santai-santai aja," kata Alia di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Menurut dia, tindakan yang perlu diawasi justru jika ada masyarakat atau oknum yang merusak atau bahkan memasang bendera ideologi terlarang di tengah semarak 17 Agustus.
"Asal tidak menghancurkan bendera merah putih, tidak mengibarkan bendera komunis saya rasa mengibarkan bendera One Piece lucu-lucuan aja," terang Alia.
Alia memandang, fenomena masyarakat memasang bendera One Piece merupakan bentuk ekspresi penggemar terhadap karya anime legendari asal Jepang tersebut.
Asal kata dia, jangan menyemarakkan momen kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengganti bendera merah putih dengan One Piece.
"Ya mau ikut-ikutan juga enggak penting, maksudnya yaudahlah ya itukan namanya juga fanatisme peminat anime nothing serious yang penting gak me-replace (ganti) bendera merah putih," tegas dia.
Sebelumnya, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan memastikan belum mendapat laporan terkait adanya warga yang mengibarkan bendera bajak laut ala anime One Piece.
“Sampai saat ini belum ada laporan ta, belum ada penindakan juga,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (6/8/2025).
Sebagai informasi, ramai di media sosial seruan untuk mengibarkan bendera Jolly Roger di anime One Piece sebagai bentuk protes terhadap pemerintah.
Hal ini pun sempat memicu kegaduhan lantaran dianggap sebagai pembangkangan oleh sebagian elit politik.
Terkait hal ini, Satriadi pun mengimbau kepada masyarakat untuk tak mengikuti tren tersebut dan tetap mengibarkan bendera Merah Putih.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, karena memang sekarang kan mengingatkan hari ulang tahun kemerdekaan, ya sebaiknya mengibarkan bendera Merah Putih,” ujarnya.
| Seloroh Prabowo ke Pramono Anung di Depan Ribuan Buruh di Monas: Partainya Lain Gak Apa-Apa |
|
|---|
| Momen Presiden Prabowo Lepas Baju di Panggung Hari Buruh 2026, Kelakar untuk Pramono Bikin Senyum |
|
|---|
| Sebut Jakarta 'Blank Spot' 98 Persen, PSI Tagih Janji CCTV Pramono: Kriminalitas Jadi Banyak |
|
|---|
| Pemprov Jakarta Siap Tambah Sekolah swasta Gratis Asal Anggaran Memungkinkan |
|
|---|
| 83 Anggota Dewan Setuju Suhud Gantian Khoirudin Jadi Ketua DPRD DKI, Ini Pernyatan Gubernur Pramono |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-Komisi-E-DPRD-DKI-Jakarta-Alia-Noorayu-Laksono-dijumpai-di-ruang-rapat-kerja.jpg)