Hal ini kian memanas setelah anggota Komisi B DPRD DKI Fraksi Gerindra, Adi Kurnia membahasnya dalam rapat di Komisi B DPRD DKI bersama PT Transjakarta.
"Pertama kejadian itu sudah lama, sudah setahun lebih," kata Abdul Aziz, Kamis (9/12/2021).
Ia mengatakan mengetahui kejadian tersebut dari satu di antara karyawan PT Transjakarta.
Baca juga: Diam-diam Ketemu Direksi Transjakarta, Ketua Komisi B Dilaporkan ke Dewan Kehormatan DPRD DKI
"Itu udah kejadian lama bukan baru. Dirut lama mengundang di salah satu resto. Wajar lah kalau diundang Dirut semua harus dateng. Ketika datang dan malam, ada live show seperti itu," jelasnya.
"Dulu saya tau itu dari salah satu karyawan Transjakarta dan saya sudah panggil Dirut itu. Dan, bukan panggil pribadi ya, tapi rapat bersama yang lain. Cuma nggak semua anggota dewan datang di rapat itu," ungkapnya.
Ia pun telah melakukan pemanggilan terhadap Dirut Transjakarta yang menjabat saat itu.
Selanjutnya telah mendengarkan dari pihak terkait terkait video tersebut.
"Saya klarifikasi ebenarnya kejadinya bagaimana. (jawaban Dirut saat itu) Oh kita ga sengaja pak, orang kita lagi makan tiba-tiba ada penampilan begitu. Saya mohon maaf pak, itu di luar kontrol kita, nggak terulang lagi, saya minta maaf. Ya sudah selesai," pungkasnya.
Baca juga: PT Transjakarta Bantah Mempekerjakan Sopir Lebih Delapan Jam
Dirut Transjakarta Ogah Ditanya Soal Video Rapat Direksi Sambil Tonton Tari Perut
Dirut PT Transjakarta M. Yana Aditya menolak memberi keterangan terkait dugaan direksinya melakukan pertemuan dengan operator di cafe sambil menonton belly dance atau tari perut.
Saat dikonfirmasi terkait pernyataan yang disampaikan Anggota Komisi B Bidang Perekonomian DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi, Yana menolak menjawab pertanyaan wartawan.
"Enggak, terima kasih ya," kata Yana sembari mengangkat tangan memberi isyarat menolak menjawab lalu berlalu meninggalkan wartawan di Jakarta Timur, Rabu (8/12/2021).
Padahal sebelum dikonfirmasi, Yana bersedia menjawab pertanyaan yang diajukan awak media terkait hasil evaluasi kasus kecelakaan bus Transjakarta dalam beberapa waktu terakhir.
Didampingi sejumlah pihak operator bus Transjakarta, dia hadir di kantor PT Transjakarta, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur memberi keterangan hasil rapat yang dilakukan.
"Ini adalah keluarga besar Transjakarta, ada enam operator yang hadir di sini. Dari Mayasari, dari PPD, dari Pahala Kencana, dari Bianglala, dari Kopaja dan dari Steady Safe," ujar Yana mengawali paparan.