Ramadan 2026
Pesan Ramadan Menag Nasaruddin Umar: Puasa dan Kekuatan Imajinasi Spiritual
Kekuatan imajinasi ialah kemampuan seseorang untuk melakukan kontemplasi sehingga mampu menembus dan malampaui batas alam syahadah.
Rasulullah pernah mengisyaratkan hal ini dengan mengatakan: Al-Shalat mi’raj al-mu’minin (Shalat adalah mkraj orang-orang mukmin).
Mari kita terus berlatih ke dalam bentuk mujahadah dan riyadhah.
Di dalam perspektif tasawuf, seolah tidak dikenal alam gaib dalam arti alam yang di luar kemampuan kognitif manusia untuk memahaminya atau alam yang yang tak teridentifikasi (unidentifying worlds).
Alam gaib oleh para sufi bukan sesuatu yang amat asing. Alam gaib bagi mereka ialah alam yang berada di balik hijab.
Manakala hijab sudah terbuka (mukasyafah) maka hilanglah kegaiban itu.
Kalaupun masih ada, maka hanya yang tersisah adalah entitas tetap (al-a’yan al-tsabitah).
Inipun sudah diidentifikasi dalam dua kategori, yaitu entitas wahidiyat yang masih bisa dikenali melalui nama-nama (al-asma’)-Nya dan ahadiyat yang sudah tidak teridentifikasi atau disebut alam gaib mutlak (asrar al asrar/the sacred of the sacred).
Berbeda dengan para fuqaha yang seolah memberi wilayah alam gaib amat luas, yaitu selain yang masuk dari kategori alam syahadah, alam dunia yang kita huni.
Sesungguhnya para sufi tidak mendikotomikan antara alam syahadah dan alam gaib.
Bagi Ibnu ‘Arabi, alam syahadah tidak murni sebagai alam fisik karena ia hanya elemen dasar dari rangkaian tingkatan alam yang terdiri atas tanah, air, udara, dan api.
Alam syahadah mutlak disebut juga alam dunia (dari akar kata dana, berarti rendah).
Alam dunia ini juga terdiri atas alam mineral, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan sebagian unsur manusia.
Kesadaran dan ekuatan imajinasi (quwwah al-hayaliyyah) seseorang dapat menembus batas-batas tersebut.
Orang seperti inilah yang biasa disebut wali Allah (min Auliya’ Allah).
Berita Terkait
Baca juga: Menag Nasruddin Umar: Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar, tapi Mendekatkan Hati kepada Tuhan
Baca juga: Pesan Ramadan Menag Nasaruddin Umar: Jauhi Ujaran Kebencian, Ancaman bagi Persatuan Bangsa
Baca juga: Renungan Ramadan Hari ke-9 Menag Nasaruddin Umar: Belajar dari Kebijaksanaan Luqmanul Hakim
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita