Ramadan 2026
Pesan Menag Nasaruddin Umar yang Menyentuh Hati: Tersedu-sedu Mengingat Tuhan
Dalam Islam menangis memiliki berbagai tingkatan. Ada menangis termasuk perbuatan dosa dan ada menangis termasuk perbuatan mulia.
Menangis
Oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
TRIBUNJAKARTA.COM - Dalam Islam menangis memiliki berbagai tingkatan. Ada menangis termasuk perbuatan dosa dan ada menangis termasuk perbuatan mulia.
Menangis dalam arti menjerit, seperti orang yang ditimpa musibah lalu menjerit dan meraung-raung, itu dilarang.
Akan tetapi menangis karena meratapi dosa masa lampau, merindukan Tuhannya, dan bentuk protes terhadap kebatilan di sekitarnya tetapi tidak mampu mengusirnya, maka menangis dalam arti positif.
Bahkan tiga bentuk tangisan terakhir tidak akan pernah mungkin mendekati api neraka.
Ada dua orang pernah melakukan penelitian disertasi tentang air mata.
Seorang dari Jerman dan seorang dari AS. Keduanya menyimpulkan air mata yang keluar karena kepercik bawang atau cabe berbeda dengan air mata yang keluar karena kecewa dan sedih.
Yang pertama tidak mengandung zat yang berbahaya, sedangkan jenis kedua mengandung toksin atau racun.
Kedua peneliti ini merekomendasikan orang-orang yang mengalami rasa kecewa dan sedih lebih baik menumpahkan air mata kekecewaannya.
Kalau air mata kesedihan itu tidak dibuang keluar maka akan berdampak buruk bagi kesehatan lambung.
Menangis itu indah, sehat, dan simbol kejujuran. Pada saat yang tepat, menangislah sepuas-puasnya dan nikmati, karena tidak selamanya orang bisa menangis.
Orang-orang yang suka menangis sering kali dilabel sebagai orang cengeng.
Cengeng terhadap Sang Khaliq adalah positif dan cengeng terhadap makhluk adalah negatif.
Orang-orang yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan Tuhannya, maka air mata itu melicinkannya menembus syurga.
Ramadan 1447 H
Ramadan 1447 Hijriah
Ramadan 2026
Ramadan
Nasaruddin Umar
menangis
Allah
Tuhan
agama
Islam
air mata
| Arus Balik, 15 Bus Angkutan Malam Hari Disiagakan di Terminal Kampung Rambutan |
|
|---|
| Hari Kedua Lebaran 2026, Banjir Kepung Kampung Jati Jaktim, Warga Gagal Silaturahmi |
|
|---|
| Tradisi Idulfitri Warga Duta Kranji, Bersalaman di Jalan Bentuk Barisan Panjang |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Jakarta di Hari Terakhir Ramadan, Jumat 20 Maret 2026: Azan Magrib Pukul 18.07 WIB |
|
|---|
| FOTO Jelang Lebaran, Pedagang Kulit Ketupat di Palmerah Kebanjiran Pembeli |
|
|---|