Ramadan 2026
Pesan Menag Nasaruddin Umar yang Menyentuh Hati: Tersedu-sedu Mengingat Tuhan
Dalam Islam menangis memiliki berbagai tingkatan. Ada menangis termasuk perbuatan dosa dan ada menangis termasuk perbuatan mulia.
Air mata yang tumpah karena menangisi dosa masa masa lalu, maka air mata itu yang memadamkan api nerakanya.
Ini sesuai dengan hadis Nabi, ada mata yang diharamkan masuk neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fi sabilillah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah.
Seorang sufi pernah mengatakan, jika seseorang tidak pernah menangis dikhawatirkan hatinya gersang.
Salah satu kebiasaan para sufi ialah menangis.
Beberapa sufi mata dan mukanya menjadi cacad karena air mata yang selalu berderai.
Tuhan memuji orang menangis:
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا مُوسَىٰ مَسْحُورًا
Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israel, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Firaun berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir". (Q.S. al-Isra’/17:101).
Nabi Muhammad SAW juga pernah berpesan jika kalian hendak selamat maka jagalah lidahmu dan tangisilah dosa-dosamu.
Ciri-ciri orang yang beruntung ialah ia hadir di bumi langsung menangis sementara orang-orang disekitarnya tertawa kegembiraan.
Jika meninggal dunia ia tersenyum, sementara orang-orang di sekitarnya menangis, karena sedih ditinggalkan.
Kita perlu membayangkan apakah nanti ketika kita meninggal dunia lebih banyak orang mengiringi kepergian kita dengan tangis kesedihan atau dengan tawa kegembiraan.
Ada dua jenis air mata yang sangat mahal.
Pertama air mata tobat, seperti pernah di katakan, air mata yang memadamkan api neraka.
Jeritan taubat yang disertai linangan air mata lebih disukai Tuhan ketimbang gemuruh tasbihnya para ulama, seperti yang pernah diisyaratkan oleh Nabi.
Ramadan 1447 H
Ramadan 1447 Hijriah
Ramadan 2026
Ramadan
Nasaruddin Umar
menangis
Allah
Tuhan
agama
Islam
air mata
| Arus Balik, 15 Bus Angkutan Malam Hari Disiagakan di Terminal Kampung Rambutan |
|
|---|
| Hari Kedua Lebaran 2026, Banjir Kepung Kampung Jati Jaktim, Warga Gagal Silaturahmi |
|
|---|
| Tradisi Idulfitri Warga Duta Kranji, Bersalaman di Jalan Bentuk Barisan Panjang |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Jakarta di Hari Terakhir Ramadan, Jumat 20 Maret 2026: Azan Magrib Pukul 18.07 WIB |
|
|---|
| FOTO Jelang Lebaran, Pedagang Kulit Ketupat di Palmerah Kebanjiran Pembeli |
|
|---|