TOPIK
Siswa Korban Bully Kehilangan Kaki
-
Polisi telah menetapkan rekan sekolah almarhum Fatir Arya Adinata (12) sebagai ABH sebelum korban bullying di Bekasi itu meninggal dunia.
-
Fatir Arya Adinata (12), siswa SDN 09 Jatimulya Kabupaten Bekasi, yang menjadi korban bullying teman-temannya meninggal dunia.
-
Fatir Arya Adinata (12), korban bullying di Bekasi yang harus kehilangan kaki dinyatakan meninggal, Kamis (7/12/2023). Ramai pelayat ke rumah duka.
-
Kabar duka, bocah SD di Bekasi korban bullying bernama Fatir Arya Adinata (12) meninggal dunia pada hari ini, Kamis (7/12/2023).
-
Setelah anaknya diduga jadi korban bully, kini Diana, ibu FAA siswa yang kakinya diamputasi jadi bulan-bulanan teman anak. Disebut sebagai janda.
-
Fatir Arya Adinata (12), siswa diduga korban bullying di SDN Jatimulya 09 Tambun Selatan merupakan anak berprestasi, hal ini dikatakan Penjabat (Pj) B
-
Pemkab Bekasi akan memberikan pendampingan psikologis untuk Fatir serta orang tuanya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
-
Terlapor dugaan kasus bullying atau perundungan di Bekasi merasa bersalah dan tertekan usai jadi sorotan banyak pihak. Ia curhat ke ibunda
-
Siswa terduga pelaku bully berinisial L (12) menangis saat curhat ke ibundanya. Ia mengaku kasihan dengan korban yang kehilangan kakinya.
-
Siswa terduga pelaku bully berinisial L (12), merasa tertekan setelah kasusnya menjadi sorotan hingga masuk ke proses hukum.
-
Sutrisna Wijaya selaku kuasa hukum L (12) anak terduga pelaku bully terhadap siswa di Bekasi bantah tudingan bahwa kliennya kebal hukum.
-
Kuasa hukum korban bully di Bekasi respon pernyataan dokter RS Dharmais yang menyebut benturan bukan pemicu kanker tulang. Klaim punya catatan medis.
-
Curhat pilu Fatir yang membuat hati ibundanya hancur. Ia curhat saat kondisi normal terkena bullying apalagi bila tak punya kaki.
-
Bahkan FAA mengaku tak ingin sekolah lagi karena hal itu bisa membuat ibunya harus bekerja lebih keras demi membiayainya.
-
Kuasa hukum sebut penanganan kasus dugaan bully atau perundungan siswa SDN Jatimulya 09 Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi sempat mandek.
-
FFA sempat menghawatirkan nasib ibunya sebelum kakinya harus diamputasi. Ia khawatir ibunya harus bekerja seumur hidup untuk membiayai dirinya.
-
Diana Novitasari (40), orang tua siswa diduga korban bully berinisial FAA (12) yang terpaksa harus diamputasi kaki kirinya usai disliding teman.
-
Seorang pelajar di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, berinisial FAA (12) akan menjerit setiap kali melihat kakinya yang diamputasi.
-
Diana mengaku sakit hati dengan respon enteng yang diberikan guru tersebut padahal anaknya berinisial FAA (12) sampai menderita kanker tulang.
-
Terkuak kondisi terkini Fatir (12), bocah laki-laki korban aksi sliding teman di Sekolah Dasar Jatimulya 09, Tambun Selatan, Bekasi.
-
Siswa SD yang dibully teman sampai menderita kanker tulang dan kakinya diamputasi merupakan anak yang berprestasi. Dikenal aktif di sekolah.
-
Seorang pelajar berinisial FAA asal Bekasi, Jawa Barat kini tak mau lagi sekolah. FAA diketahui menjadi korban bullying saat masih SD.
-
Bahkan, ulah nakal teman-temannya itu membuat Fatir kini harus mengikhlaskan kaki kirinya hilang karena diamputasi.
-
FAA rupanya jadi bahan olok-olokan temannya karena sering maju ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan gurunya.
-
FAA siswa yang diduga jadi korban bullying di Bekasi hingga berujung diamputasi, sempat merangkak kesakitan usai jatuh diselengkat. Tapi tak ditolong
-
Aksi sliding kaki, kata Sukaemah, merupakan perbuatan biasa yang dilakukan para siswa ketika bercanda.
-
DPRD Kabupaten Bekasi melakukan klarifikasi ke SDN Jatimulya 09 Kecamatan Tambun Selatan terkait kasus dugaan bullying.
-
SD Negeri Jatimulya 09 Kabupaten Bekasi membantah ada siswa yang menjadi korban perundungan hingga menyebabkan kakinya diamputasi.
-
Ibu FAA bercerita tentang kronologi dugaan bullying yang dialami anaknya saat masih SD hingga memicu sakit pada kakinya dan berujung diamputasi.
-
Siswa di Bekasi Korban Bullying sampai diamputasi kerap diejek rekan sebaya mulai dari anak mamah hingga sok kegantengan.