Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia Desak Kemenhub Normalkan Harga Tiket Pesawat

Kenaikan tersebut juga menurut Afandi tidak ada momentum pemicu tetapi bisa melambungkan harga tiket cukup tinggi.

Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia Desak Kemenhub Normalkan Harga Tiket Pesawat
TribunJakarta.com/Lita Febriani
Massa Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia (APMAM) mendatangi kantor Kementerian Perhubungan di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Beberapa bulan terakhir tiket pesawat mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Tiket pesawat sempat naik antara 40 persen hingga 120 persen.

Kejadian tersebut tentunya membuat resah banyak pihak, tak hanya pebisnis saja namun juga masyarakat.

Massa Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia (APMAM) mendatangi kantor Kementerian Perhubungan di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019) untuk menyuarakan tuntutan mengenai kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi.

Aksi yang digelar sejak pukul 13.30 WIB tersebut merupakan aksi yang ketiga kalinya sejak dimulai bulan lalu.

"Kami sudah melakukan aksi yang ketiga kali. Yang pertama dan kedua kami sudah menuntut agar Dirjen Perhubungan Udara untuk segara mengawasi persoalan harga tiket," tutur Afandi Somar, Koordinator Aksi kepada TribunJakarta.com.

Kenaikan tersebut juga menurut Afandi tidak ada momentum pemicu tetapi bisa melambungkan harga tiket cukup tinggi.

Hasil Rekonstruksi Pembunuhan Wanita Penghibur di Tangerang, Pelaku Sejak Awal Niat Mencuri

Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia Desak Menhub Budi Karya Turunkan Harga Tiket Pesawat

Prabowo-Sandi Ungguli Perolehan Suara Jokowi-Maruf di Jakarta Timur

"Bulan kemarin kan melambung sangat tinggi, sementara ngga ada momentum tertentu kenapa harga tiket naik. Sehingga kami meminta Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk menyisir harga tiket itu," ungkapnya.

Kenaikan juga diperkirakan Afandi akan menimbulkan gejolak pada masyarakat.

Apalagi menjelang hari raya Idul Fitri jika harga tiket tidak segera stabil akan menimbulkan keresahan bagi warga yang ingin mudik ke kampung halaman.

"Kami menuntut Kementerian Perhubungan menstandarkan harga tiket agar tidak terjadi gejolak ekonomi di masyarakat. Terutama soal transportasi di bulan Ramadan dan menjelang lebaran," terang Afandi.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved