Pilpres 2019
Demi Pileg, Demokrat Izinkan Kader 'Eksodus' Jadi Jurkam dan 3 Juta Suara ke Jokowi-Maruf Amin
"Mencarikan formula bentuk tata cara strategi kampanye agar suara Demokrat tidak hilang di Pileg," kata dia.
Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Wahyu Aji
TGB: Dukungan Jokowi adalah rasional
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengaku adalah politisi Partai Demokrat.
Namun, sejak dua tahun lalu menyampaikan dukungannya secara pribadi kepada Presiden Joko Widodo. Menjelang Pilpres 2019 ini, TGB mengungkapkan dukungannya tersebut secara terbuka.
"Terus terang pada beliau (Jokowi) sudah lama, hampir dua tahun lalu. Sebagai bagian apresiasi saya," ujar TGB dalam kunjungannya ke Redaksi Kompas dan Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (12/7/2018) sore.
• Anggota DPRD Malang Jadi Tersangka Secara Massal, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pelajari Pembubaran KPK
• Cerita Kesri, Petugas PPSU Bergaji Rp 3,6 Juta yang Hidupi Anak Yatim Piatu
• DPRD DKI Akhirnya Setujui Anggaran Pendamping Rapat RW, Padahal Sempat Ditolak
Sikap politik TGB diwujudkan dengan pengunduran dirinya menjadi kader Partai Demokrat.
"Benar. Saya sudah mundur sejak beberapa hari lalu," ujar TGB kepada Kompas.com, Senin (23/7/2018).
TGB menekankan bahwa dukungannya tersebut rasional jika melihat kerja pemerintah pusat terhadap seluruh wilayah Indonesia, terutama kawasan Indonesia timur.
Soekarwo bantah keluar dari Demokrat
"Enggak ada itu hengkang dari Demokrat. Saya sudah 10 tahun di Demokrat masak mau pindah," kata Soekarwo usai rapat Paripurna di DPRD Jatim, Rabu (15/8/2018).
Begitulah komentar Mbah Karwo, panggilan akrab politisi Partai Demokrat saat ditanya wartawan tenang isu kepindahannya ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin.
Dirinya menjelaskan, pertemuan dengan Surya Paloh, kata dia, hanya pertemuan biasa.
Dia dan Surya Paloh adalah teman lama yang dulu sama-sama mendirikan Ormas Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).
"Hanya saja momentumnya politik, jadi diartikan politik juga akhirnya," ujar Gubernur Jatim ini.
• Keluarga Bripda PND Buka Suara: Tidak Pacaran Sejak SMA Hingga Perbedaan Mencolok dengan Ahok
• Duel Jokowi-Prabowo: Pertarungan Djoko Santoso Vs Erick Thohir: Militer Vs Sipil, Muda Vs Tua
• Fifi Lety: Ahok Tidak Mungkin Pindah Agama Karena Jabatan dan Demi Wanita
Sandiaga Bisa Memahami
Sandiaga mengaku bisa memahami apabila ada kader Partai Demokrat yang justru tidak mendukung dirinya dengan Prabowo.
"Kami ingin garis bawahi, keputusan kader berbeda bisa dipahami, organisasi atau partai punya mekanisme sendiri," kata Sandiaga, kemarin.
Walau demikian, Sandiaga berharap agar para kepala daerah lebih mengutamakan membangun daerahnya.
"Kepala daerah fokus membangun daerah. Membawa mereka ke pusaran pilpres rasanya menciderai yagn mereka dapatkan," kata dia. (Kompas.com/Tribunnews/TribunJakarta)