Penadah Beli 2 Unit Ponsel Seharga Rp 1,9 Juta dari Kawanan Perampok Minimarket di Fatmawati

Empat dari enam anggota kelompok yang berinisial AR, OF, F, dan DS berhasil diamankan, sementara dua sisanya masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Penadah Beli 2 Unit Ponsel Seharga Rp 1,9 Juta dari Kawanan Perampok Minimarket di Fatmawati
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
AW penadah barang hasil curian kelompok perampok saat dimintai keterangan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Stefanus Tamuntuan, Senin (8/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan berhasil meringkus kawanan perampok minimarket di kawasan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kawanan pelaku merampok minimarket pada 5 Oktober 2018 silam,

Empat dari enam anggota kelompok yang berinisial AR, OF, F, dan DS berhasil diamankan, sementara dua sisanya masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Selain menangkap kelompok perampok tersebut, polisi juga mengamankan AW alias LK, yang berperan sebagai penadah barang-barang curian kelompok tersebut.

Hasil pemeriksaan, AW mengakui menghargai dua unit telepon seluler (ponsel) hasil curian seharga Rp 1.9 juta.

"Jadi dia ini penadah, dua unit handphone hasil curian ia hargai Rp 1,9 juta," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Stefanus Tamuntuan, ketika mengungkap kasus tersebut di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Senin (8/10/2018).

Stefanus juga menuturkan, uang hasil penjualan barang curian tersebut dibagi rata oleh para pelaku, yang masing-masing menerima uang sebesar Rp 390 ribu.

Kritisi Perekonomian, Sandiaga Uno Bandingkan Harga Makanan di Indonesia dan Singapura

Terbanyak Tukang Becak di Wilayah Jakut, Lurah Pejagalan Bikin Shelter di Pasar Teluk Gong

3 Posisi Lowongan Kerja PT KCI, Simak Persyaratannya

Terakhir Stefanus mengatakan, AW terancam dikenakan pasal 480 KUHP yang berisi tentang penadahan.

"Pelaku terancam dikenakan pasal 480 KUHP, dan ancaman maksimal pidana empat tahun penjara," ujar Stefanus.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved