Breaking News:

Pemkot Tangsel Imbau Tak Boleh Rayakan Tahun Baru Berlebihan, Penjualan Kembang Api Meredup

Masyarakat diminta berempati terhadap korban tsunami hingga tak boleh berlebihan dalam merayakan tahun baru. Hal itu berdampak pada pedagang petasan.

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Lapak kembang api dan petasan di Jalan WR Supratman, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Sabtu (29/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Jelang perayaan tahun baru kali ini, sejumlah pemerintah daerah mengimbau untuk tidak berhura-hura dan menyalakan kembang api.

Bahkan ada yang sampai mengeluarkan surat edaran, termasuk pemerintah kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, imbauan tersebut disampaikan agar masyarakat bisa berempati kepada korban tsunami Selat Sunda yang menerjang sepekan lalu.

Surat edaran itupun berimbas ke beberapa aspek lainnya, di antaranya penjualan kembang api dan petasan yang meredup.

Aldo (16), penjual kembang api di Jalan WR Supratman, Ciputat Timur, Tangsel, misalnya.

Aldo mengatakan imbauan tersebut membuat masyarakat enggan membeli kembang api yang dijajakannya.

"Ya ngaruh, jadi berkurang penjualannya, kan orang jadi mikir lagi kalau mau beli kembang api," ujar Aldo kepada TribunJakarta.com, Sabtu (29/12/2018).

Hal senada juga disampaikan Fuad (42), penjual kembang api di jalan yang sama, namun berjarak sekira satu kilometer dari lapak Aldo.

"Kemungkinan besar ya pengaruh. Cuma tergantung wilayahnya juga, kondisi masyarakatnya," ujar Fuad.

Fuad tidak menampik jika tsunami berimbas besar pada penjualannya. Namun ia juga melihat kemungkinan faktor lain, seperti masyarakat yang mulai bosan dan mulai berpikir manfaat dari kembang api tersebut.

"Ya masyarakat sudah bisa berpikir jernih lah sekarang. Dulu mah orang bisa beli sampai jutaan. Sekarang mah paling 200 300 ribuan," ujarnya.

"Mungkin mau abis masanya kali," tutup Fuad dengan nada rendah.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved