Mafia Bola

Sidang Joko Driyono: Didakwa Melakukan Pencurian CCTV Barang Bukti Hingga Disebutnya Dirut Persija

Joko Driyono, didakwa melakukan pencurian barang bukti kasus dugaan pengaturan skor yang sedang ditangani Satgas Antimafia Bola

Sidang Joko Driyono: Didakwa Melakukan Pencurian CCTV Barang Bukti Hingga Disebutnya Dirut Persija
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Suasana persidangan kasus perusakan barang bukti pengaturan skor dengan terdakwa Joko Driyono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019). 

Dalam dakwaannya, JPU menyebut barang bukti yang diambil Joko Driyono sudah dipasangi garis polisi oleh Satgas Antimafia Bola.

Joko Driyono diduga memerintahkan terdakwa lain, Muhamad Mardani Morgot, untuk mengambil semua kertas-kertas selain buku bacaan atau majalah yang ada pada rak dan laci meja kerjanya dan notebook yang ada diruangan kerjanya.

Dirinya juga memerintahkan Mardani untuk menghilangkan rekaman CCTV dengan cara mencabut dengan tujuan agar Tim Penyidik tidak dapat melihat rekaman kegiatan dan aktivitas di kantor PT Liga Indonesia.

"Serta tidak dapat dilihat siapa-siapa orang yang pernah bertemu dengan Terdakwa, kemudian Saksi Muhamad Mardani Morgot mengganti dengan DVR CCTV yang rusak, selanjutnya DVR CCTV yang masih bagus," tutur Sigit.

Akibat perbuatannya itu, Joko Driyono didakwa melanggar Pasal 363, Pasal 235 dan Pasal 221 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Nama Dirut Persija Disebut dalam Dakwaan
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Hendardi membacakan surat dakwaan pada sidang perdana Joko Driyono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019).

Dalam dakwaan tersebut Jaksa membacakan kronologi bagaimana penghancuran atau penghilangan barang bukti yang diduga terkait kasus pengaturan skor di Kantor PT Liga Indonesia.

Perusakan barang bukti yang dilakukan orang suruhan Joko Driyono terjadi setelah Satgas Antimafia Bola menggeledah dan memasang police line di Kantor PT Liga Indonesia di Gedung Rasuna Office Park.

Dalam dakwaan yang dibacaan JPU, ternyata ada pula peran dari Kokoh Alfiat yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Persija Jakarta.

Kokoh Alfiat disebut sempat menghubungi Joko Driyono setelah Satgas Antimafia menggeledah kantor PT Liga Indonesia.

Halaman
1234
Penulis: MuhammadZulfikar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved