Breaking News:

Kuasa Hukum Khawatir Steve Emmanuel Nekat Bunuh Diri Setelah Divonis 9 Tahun Penjara

Kuasa hukum Steve Emmanuel menyayangkan putusan hakim yang memvonis kliennya sembilan tahun penjara.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Kuasa hukum Steve Emmanuel Jaswin Damanik dan Firman Chandra seusai sidang putusan di PN Jakarta Barat, Selasa (16/7/2019). 

Diwakili oleh kuasa hukumnya, Firman Chandra, menyatakan bahwa kliennya mengaku akan pikir-pikir apakah akan mengajukan banding atau menerima putusan tersebut.

"Setelah kami diskusikan, kami putuskan untuk pikir-pikir," kata Firman menjawab pertanyaa majelis hakim di ruang sidang 10 Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (19/7/2019).

Steve Emnanuel saat tiba di ruang sidang  PN Jakarta Barat, Selasa (16/7/2019).
Steve Emnanuel saat tiba di ruang sidang PN Jakarta Barat, Selasa (16/7/2019). (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Sementara itu, setelah majelis hakim menutup persidangan, Steve yang sempat kembali berdiskusi dengan kuasa hukumnnya sama sekali tak mengindahkan pertanyaaan wartawan yang ingin meminta tanggapannya.

Ia dengan didampingi seorang anggota polisi kemudian menerobos kerumunan wartawan untuk keluar dari ruang sidang.

Sikapnya ini sama ketika ia baru turun dari mobil tahanan menuju ruang tunggu tahanan atau pun saat ia memasuki ruang sidang.

Diberitakan sebelumnya, majelis hakim menilai Steve terbukti bersalah atas kepemilikan kokain seberat 92,04 gram.

Majelis hakim menilai Steve terbukti melanggar pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menyatakan terdakwa Steve Emmanuel bersalah. Menjatuhkan pidana selama 9 tahun dan denda Rp 1 miliar. Bila tidak dibayar diganti 3 bulan kurungan," ujar Hakim Ketua Erwin Djong dalam amar putusannya.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Steve 13 tahun penjara, denda Rp 1 miliar dengan subsider enam bulan kurungan.

Steve Emmanuel Divonis 9 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonis Steve Emmanuel sembilan tahun penjara dalam kasus kepemilikan kokain.

"Menyatakan terdakwa Steve Emmanuel bersalah. Menjatuhkan pidana selama 9 tahun dan denda Rp 1 miliar. Bila tidak dibayar diganti 3 bulan kurungan," ujar Hakim Ketua Erwin Djong dalam amar putusannya yang dibacakan di ruang sidang 10 Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (16/7/2019).

Majelis hakim menilai terdakwa terbukti melanggar pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam menyusun amar putusan, Majelis hakim menyebutkan faktor yang memberatkan lantaran tindakan terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

Sementara untuk yang meringankan yakni terdakwa menyesali perbuatannya.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Steve 13 tahun penjara, denda Rp 1 miliar dengan subsider enam bulan kurungan.

Terhadap putusan ini, baik kuasa hukum Steve maupun pihak JPU mengatakan akan pikir-pikir sebelum mengajukan banding.

"Kalau begitu saya kasih waktu selama satu pekan yakni Selasa 23 Juli pekan depan," kata Erwin sebelum menutup sidang.

Andi Soraya Nangis Tahu Steve Emmanuel Terancam Hukuman Mati

Andi Soraya.
Andi Soraya. (Tribunnews.com)

Sidang lanjutan kasus narkotika yang menjerat nama Steve Emmanuel serta melibatkan Andi Soraya menemui babak baru.

Pada sidang lanjutan kasus narkotika yang menjerat nama Steve Emmanuel kali ini, Andi Soraya akhirnya hadir sebagai saksi.

Hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus narkotika, Andi Soraya sempat menangis saat tahu pasal hukuman mati yang mengancam mantan suaminya, Steve Emmanuel.

Melansir Tribunnews, sidang lanjutan kasus narkotika yang menjerat nama Steve Emmanuel ini baru saja digelar pada Senin (27/5/2019) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi ini menghadirkan empat orang saksi yakni, ahli narkotika, Zack Lee, Indra L Bruggman dan Andi Soraya.

Dipanggil sebagai saksi, Andi Soraya mengaku dirinya bersedia hadir dalam persidangan bukan lantaran keinginan pribadinya.

Kebersediaannya sebagai saksi dikarenakan permintaan pribadi sang anak, Derren Starling kepadanya.

Putra dari buah cintanya dengan Steve Emmanuel tersebut memohon sampai menangis kepadanya untuk menyelamatkan sang ayah.

Ingin berusaha keras mengabulkan permohonan sang anak, Andi Soraya pun bersedia dipanggil menjadi saksi.

“Kalau bukan karena dia saya nggak akan ada di sini,” aku Andi Soraya di hadapan para hadirin persidangan.

Hadir sebagai salah satu saksi, Andi Soraya awalnya memberikan kesaksian dengan sangat baik.

Artis peran Steve Emmanuel menjalani sidang perdana dugaan kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Slipi, Kamis (21/3/2019)
Artis peran Steve Emmanuel menjalani sidang perdana dugaan kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Slipi, Kamis (21/3/2019) (KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA)

Namun di pertengahan proses persidangan sempat terjadi ketegangan antara Hakim Ketua dengan Andi Soraya.

Beberapa kali Andi Soraya sempat kena tegur Hakim Ketua karena dianggap memberikan fakta tentang kehidupan Steve Emmanuel yang dilebih-lebihkan.

Terlebih lagi ketika Andi Soraya memberikan keterangan hanya berdasarkan cerita yang ia dengar dari Steve Emmanuel.

“Anda harus bicara yang sebenarnya, jangan ditambahkan jangan dikurangi.

Saya minta jawab sesuai dengan pertanyaan jangan ditambahkan.

Jawab pertanyaan dengan demikian, kalau tidak akan saya hentikan” tegas Hakim Ketua seperti yang dikutip Grid.ID dari Tribunnews.

Tak hanya itu, selama persidangan berlangsung rupanya Andi Soraya sempat meneteskan air mata lantaran kaget dengan pasal hukuman yang menjerat mantan suaminya.

Hal ini pun Andi Soraya ungkapkan sendiri dalam tayangan Status Selebriti edisi Senin (27/5/2019) di channel YouTube Surya Citra Televisi.

Dalam tayangan tersebut Andi mengaku bahwa dirinya terkejut ketika mendengar ada pasal hukuman mati yang mengancam ayah dari anaknya.

Saking terkejutnya, Andi mengaku jantungnya terasa seperti berhenti dan lepas ketika mendengar pasal hukuman tersebut.

Terlebih lagi ketika Andi Soraya selama ini mengenal Steve adalah sosok ayah yang paling bertanggung jawab kepada anaknya.

Tentu saja hal ini membuat hatinya hancur berkeping-keping dan tanpa sadar tak kuasa menahan tangis di tengah persidangan.

"Pertama kali saya denger ada pasal itu, jantung saya mau copot rasanya," ungkap Andi Soraya.

Lebih lanjut Andi Soraya berharap pihak hukum mau memberikan keringanan hukuman kepada Steve.

Karena menurut Andi Soraya, sebetulnya Steve bukanlah orang yang jahat.

"Kalau misalnya dia tidak direhab, percuma. Dia itu pengguna, dia itu harus disembuhkan.

Polisi menunjukan barang bukti kokain milik Steve Emmanuel saat rilis di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (27/12/2018).
Polisi menunjukan barang bukti kokain milik Steve Emmanuel saat rilis di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (27/12/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

Steve sendiri adalah sosok bapak yang sangat bertanggung jawab penuh.

Dia punya anak di usia 18 tahun. Dia termasuk anak yang sangat bertanggung jawab di usia semuda itu.

Dia selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tidak mungkin dia jadi orang jahat yang mau mencelakakan anaknya sendiri," pungkas Andi Soraya.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Steve Emmanuel ditangkap di Kondominium Kintamani A/17/6 RT 001/RW 014 Mampang, Jakarta Selatan pada Desember tahun lalu.

Steve ditangkap pihak kepolisian atas kepemilikkan narkoba jenis kokain seberat 92,04 gram.

Atas kasus narkotika yang menjeratnya tersebut, Steve didakwa Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 114 ayat 2 UU tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati oleh jaksa penuntut umum.

Steve Emmanuel akan Ajukan Keberatan Atas Dakwaan JPU

Steve Emmanuel menyerahkan kasus hukum yang menjeratnya kepada tim kuasa hukumnya.

Hal tersebut dikatakan Steve saat dimintai tanggapannya seusai menjalani persidangan perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

"Kita mengajukan keberatan atas dakwaan dan selebihkan saya serahkan ke kuasa hukum," kata Steve kepada wartawan di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (21/3/2019).

Kendati tak banyak berbicara, Steve tetap bersikap ramah kepada awak media.

Ia terus melemparkan senyum kepada awak media yang terus mencecarnya terkait kokain yang ditemukan polisi dari tangannya.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Dukung Ide Anies Baswedan Soal Penggunaan Jersey Persija untuk PNS

VIDEO Ketua Pansus Ogah Tanggapi Rian Ernest Soal Rumor Politik Uang di Pemilihan Wagub DKI

Ketua Pansus Soal Rumor Politik Uang Pemilihan Wagub DKI: Rian Ernest Tak Tahu Proses di DPRD

Dipolisikan Kemenkumham Terkait Penyalahgunaan Lahan, Wali Kota Tangerang: Kita Juga Siapkan Laporan

Kisah Kakek Asal Padang Kelelahan Berjalan Kaki di Lintasan Sai dan Terpisah dari Rombongan

Steve saat ini terlihat sedikit berbeda lantaran ia tampil dengan kepalanya yang plontos usai lebih dari dua bulan mendekam di tahanan.

Dalam kasus kepemilikan ‎92,04 gram kokain yang ia selundupkan dari Belanda, Steve ‎didakwa melanggar Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ia dan tim kuasa hukumnya pun mengajukan nota keberatan atau eksepsi yang akan dibacakan dalam persidangan selanjutnya pada Kamis (28/3/2019).

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved