Lokasi Pembongkaran Bangunan Lahan Pengairan PUPR Jadi Lahan Rezeki Bagi Komeng
Lokasi bekas gusuran ini sangat bermakna baginya, baru menjelang siang hari saja dia sudah mampu mengumpulkan sekitar 30 kilogram besi bekas
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Pagi itu Aris alias Komeng (34) terlihat begitu bersemangat melangkah di atas reruntuhan puing bangunan lahan pengairan PUPR di Jalan Bougenville Raya RT 001, RW 011, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Bermodalkan palu kecil sambil meneteng ember, Aris mencari sisa besi dibalik reruntuhan puing bangunan. Lokasi bekas gusuran ini tak ubahnya seperti ladang emas baginya.
Ia tidak perlu repot-repot berjalan jauh mengitari kota untuk mencari besi bekas untuk dijual kepada pengepul.
Palunya nampak begitu kekar menghantam puing-puing bangunan, sedikit demi sedikit besi bekas dia raih dari dalam bongkahan beton.
Keringat mengucur membasahi wajahnya. Ember yang dia bawa terlihat mulai penuh dengan besi bekas yang telah berhasil dia kumpulkan.
Lokasi bekas gusuran ini sangat bermakna baginya, baru menjelang siang hari saja dia sudah mampu mengumpulkan sekitar 30 kilogram besi bekas.
Niatnya, usai Salat Jumat, dia berencana akan kembali ke lokasi tersebut untuk mencari lebih banyak besi bekas.
"Alhamdulillah kalo kaya gini mah banyak dapetnya, ini nanti balik lagi mau salat jumat dulu saya udah dari jam 9 di sini," kata Komeng kepada TribunJakarta.com, Jumat (26/7/2019).
Komeng mengaku baru hari ini mecari besi bekas di bekas bangunan rumah warga yang terkena gusuran. Dia mendapat infomasi setelah melihat pemberitaan eksekusi pemongkaran yang dilakukan kemarin, Kamis (25/7/2019).
"Baru hari ini, tapi kalau emang ada gusuran kaya gini saya pasti datengin, lumayan nayri disini bisa dapet banyak," ujar dia.
Pengumpul besi bekas yang tinggal di Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi ini biasanya secara acak mengitari kota untuk mencari besi bekas seperti paku, kawat atau semacamnya.
"Jauh saya kalau nyari besi mah kemana aja, kadang sampe Babelan, Tambun, Caracas, Jonggol, kemana ajalah mas, sayakan naik motor enggak pake gerobak," jelas dia.
Motor bebek yang dimodifikasi dengan gentong besar di sisi kiri kanannya jadi tunggangan andalan bapak dua orang anak ini.
Jika tidak ada lokasi gusuran, dalam sehari dia paling besar hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp 80 ribu dari hasil menjual besi bekas.
• Kapolda Metro Jaya Dalami Motif Kasus Polisi Tembak Polisi di Depok
• Brigadir RT Pelaku Penembakan di Cimanggis Terancam Hukuman Seumur Hidup Hingga Hukuman Mati