Iuran Dinaikkan 100%, Sebab BPJS Defisit Rp28 T Diungkap Fahri Hamzah: Sri Mulyani Pikirannya Pendek

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan, besaran kenaikan iuran BPJS Kesehatan mencapai 100 persen.

Iuran Dinaikkan 100%, Sebab BPJS Defisit Rp28 T Diungkap Fahri Hamzah: Sri Mulyani Pikirannya Pendek
Youtube TV One
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan tanggapan terkait saran Sri Mulyani. 

TONTON JUGA

Ia mengatakan komisi sembilan DPR RI menduga ada kelebihan penerima bantuan kesehatan sebanyak 27.4 juta.

"Jadi sebenarnya BPJS itu ada ketidakmampuan memprediksi, sebenarnya penerima bantuan BPJS itu seberapa banyak," ucap Fahri Hamzah, dikutip TribunJakarta.com dari TV One, pada Selasa (3/8/2019).

"Komisi 9 menduga itu ada kelibihan 27,4 juta, jadi ini sumbernya dari mana? karena ketidak jelasan database," tambahnya.

Fahri Hamzah menjelaskan karena jumlah penerima bantuan kesehatan tak diketahui jumlahnya, sehingga BPJS tak mampu memprediksi besaran dana yang akan digunakan.

Hal tersebut menurut Fahri Hamzah yang membuat BPJS mengalami defisit hingga Rp28,3 triliun.

VIRAL Nyamar Jadi Pria & Lamar Gadis 15 Tahun, Kedok NI Terbongkar saat Keluarga Korban Curiga

Bertemu di Acara Olahraga Polo, Sikap & Cara Salaman Hotman Paris ke Prabowo Subianto Tuai Sorotan

BPJS yang menyerahkan permasalahan tersebut ke kementerian keuangan, justru diberikan solusi yang memberatkan rakyat oleh Sri Mulyani.

Fahri Hamzah menilai menteri keuangan saat ini memiliki jalanan pikiran yang pendek dan tidak mampu bersikap bijaksana.

"Karena jumlah yang dilayani tak jelas, maka BPJS tak bisa memprediksi berapa tanggunggan yang mesti dia berikan, berapa uang yang mesti disiapkan," ucap Fahri Hamzah.

"Defisit, akhirnya diserahkan ke kementerian keuangan, menteri keuangan pikirannya pendek bebankan lagi ke masyarakat,"

Halaman
1234
Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved