Guru Bambang Dikenang Banyak Orang, Meninggal saat Antarkan Uang Saku untuk Anak

Bambang Pudi Astomo yang paling Misbach Hilal Afif tunggu-tunggu tak juga datang sampai jam satu siang. Tiga jam kemudian datang kabar, ayahnya tewas.

Guru Bambang Dikenang Banyak Orang, Meninggal saat Antarkan Uang Saku untuk Anak
Tribun Sumsel/Shinta Dwi Anggraini
Almarhum Bambang Pudi Astomo, guru SMP Negeri 35 Palembang dilepas secara kedinasan dari rumah duka, Rabu (4/9/2019) pagi. Ia meninggal dalam kecelakaan di depan jalan lintas Indralaya-Palembang, tepatnya di depan GT KTM Rambutan Palindra, Selasa (3/9/2019) sekira pukul 16.00 WIB. 

TRIBUNJAKARTA.COM, PALEMBANG - Bambang Pudi Astomo yang paling Misbach Hilal Afif tunggu-tunggu tak kunjung datang juga, jam sudah pukul 13.00 WIB.

Misbach Hilal mencoba menelepon ayahnya itu pada Selasa (3/9/2019), tapi tak kunjung diangkat.

"Saya coba hubungi, tapi papa tidak angkat," kata Misbach Hilal.

Sejak kuliah di Jurusan Kimia Fakultas MIPA UNSRI, Misbach Hilal acap dikunjungi ayah atau ibunya.

Mereka bergantian berkunjung untuk mengantarkan uang saku atau kebutuhan lainnya untuk si bungsu.

Tak tentu waktunya, pernah seminggu sekali, kadang beberapa hari sekali.

Beberapa jam setelah telepon tak diangkat, saat mengerjakan tugas di asrama, Misbach Hilal dijemput ibunya.

Mereka menuju Puskesmas Indralaya dan tiba pukul 16.00 WIB.

"Di situ saya lihat papa dimasukkan ke mobil ambulans," kenang Misbach Hilal saat diwawancarai Tribun Sumsel di rumah duka, Jalan KH Balqi Banten IV gang rukun Palembang, Rabu (4/9/2019).

Bambang meninggal dalam kecelakaan di jalan lintas Indralaya-Palembang. 

Halaman
1234
Penulis: Y Gustaman
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved