Guru Bambang Dikenang Banyak Orang, Meninggal saat Antarkan Uang Saku untuk Anak
Bambang Pudi Astomo yang paling Misbach Hilal Afif tunggu-tunggu tak juga datang sampai jam satu siang. Tiga jam kemudian datang kabar, ayahnya tewas.
Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
Lain yang dialami Sri Ambarwati (52). Satu malam Bambang sempat berseloroh tak mengapa kalau harus mati.

Malam itu Sri melarang Bambang karena hendak sembarang minum obat untuk meredakan batuknya.
"Mau minum obat apa saja, tidak apa-apa juga kalau harus mati," timpal Bambang ditirukan sang istri.
Sri terkejut dengan ucapan Bambang dan tak menyangka itu petanda suaminya akan meninggalkannya.
"Tidak menyangka sekali," ujarnya.
Tahun depan, Bambang pensiun tapi ia lebih dulu menghadap Sang Khalik.
Suka Antar Jemput Anak
Bambang di sekitar lingkungan rumahnya dikenal sebagai family man.
Saking sayangnya ia rela mengantarkan uang saku untuk Misbach Hilal yang berkampus di Indralaya.
Pria yang dikenal lembut ini sangat ramah kepada semua orang.
Sejak anaknya masih di sekolah dasar, Bambang terbiasa mengantar jemput.
Jarak sekolah anaknya sekitar 700 meter dari rumah Bambang di Gang Rukun Banten 4 Palembang.

"Seingat saya Pak Bambang ini sejak anaknya SD sudah biasa antar jemput," ujar tetangga.
Sementara sebagai guru Bambang sangat disenangi muridnya
"Orangnya baik, jika mengajar jarang marah," ujar Indra, mantan murid Bambang.
Paling Indra ingat, Bambang tak segan berjalan kaki dari rumah ke sekolah tempatnya mengajar.
Terkadang saat pergi atau pulang mengajar, Bambang bersama anak-anak didiknya.
Tak ubahnya seorang ayah yang sayang dengan anaknya sendiri.
Dahlia, rekan sesama guru dengan Bambang mengaku sedih.
"Almarhum orangnya ramah, dia juga baik dan suka bercanda. Kami sangat kehilangan sosok beliau, "ujar Dahlia.
Sementara Syafril, salah satu petugas mengatakan upacara pelepasan jenazah \secara kedinasan merupakan bentuk penghormatan atas pengabdian Bambang.
Bambang telah mengabdi sebagai ASN selama kurang lebih 30 tahun.
"Beliau juga masih tergabung dalam PGRI Palembang," ujar Syafril. (Tribun Sumsel)