Guru Bambang Dikenang Banyak Orang, Meninggal saat Antarkan Uang Saku untuk Anak
Bambang Pudi Astomo yang paling Misbach Hilal Afif tunggu-tunggu tak juga datang sampai jam satu siang. Tiga jam kemudian datang kabar, ayahnya tewas.
Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
Kematian sudah jadi ketetapan Tuhan dan Sri ikhlas menerimanya.
"Saya ikhlas, mau bagaimana lagi inikan sudah takdir," ujarnya.
Jenazah Bambang dimakamkan di TPU Gunung Semeru Plaju dan dilepas secara kedinasan.
Misbach Hilal yang mengazani, dan si sulung Hidayat Fadilah mengumandangkan iqamat di dekat kepala jenazah sang ayah saat di liang kubur.
Sri pun sudah membuka pintu maaf bagi sopir truk yang menabrak Bambang.
"Saya sudah membuka pintu maaf. Silakan datang ke rumah kalau mau minta maaf."
"Pasti akan kami terima. Kecelakaan ini sudah takdir kami, saya ikhlas," ungkap Sri.
Uang Sangu Anak Hilang di Lokasi Tabrakan
Uang jajan yang Bambang bawa untuk Misbach Hilal tak genap Rp 2 juta.
Tapi, sampai mayatnya dibawa ke Puskesmas Indralaya, uang jajan untuk anaknya yang Bambang bawa hilang.

Sri pun tak tahu ke mana uang yang dibawa almarhum suaminya itu.
"Walau uangnya tidak banyak, tapi kami ingin tahu kejelasan uang itu ada dimana," ujar Sri.
"Saat itu bapak belum ketemu sama anak saya. Kecelakaannya sebelum sampai di Indralaya," imbuh Sri.
Baru sebulan kuliah, Misbach Hilal belum memegang ATM, begitu juga mahasiswa lain.
"Saya dan bapak yang sering antar uang ke Indralaya. Gantian kami ke sana," ungkap ibu dua anak ini.