Keponakan Dipalak Rp 20 Ribu, Preman Kampung Meninggal Dikeroyok, Begini Kronologisnya

Keempatnya didakwa kasus pengeroyokan secara bersama-sama terhadap pria bernama Jajang Oni, pria dikenal preman kampung, pada Juni 2019.

Keponakan Dipalak Rp 20 Ribu, Preman Kampung Meninggal Dikeroyok, Begini Kronologisnya
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi pengeroyokan (Tribunnews) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJAKARTA.COM, BANDUNG - Empat pria asal Desa Campaka Mulya Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung, Utep Abdul Gimas, Lutfi Hasan, Rohimat, dan Yogi Irmawan duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Negeri Bale Bandung, Selasa (17/9).

Keempatnya didakwa kasus pengeroyokan secara bersama-sama terhadap pria bernama Jajang Oni, pria dikenal preman kampung, pada Juni 2019.

‎Jaksa penuntut umum dari Kejari Bale Bandung, Sandu Septi Murhanta mendakwa ke empatnya dengan Pasal 170 ayat 3 dan Pasal 351 ayat 3 KUH Pidana.

"Terdakwa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang mengakibatkan maut. Dan, melakukan perbuatan penganiayaan mengakibatkan matinya seseorang," ujar Sandy.

Kata jaksa, kasus ini bermula saat Utep Abdul Gomas menerima pengaduan dari keponakannya, Pepep yang dipalak uang Rp 20 ribu oleh Jajang Oni, pria dikenal preman kampung.

Pengaduan itu ditindak lanjuti Utep dengan mengumpulkan kawan-kawannya seperti Lutfi Hasan, Rohimat dan Yogi Irmawan.

Selain itu, Utep juga mengumpulkan teman-temannya yang lain hingga delapan orang.

Mereka kemudian menemui korban seraya menggerung-gerungkan mesin sepeda motor.

Saat itu, korban keluar dan menghardik terdakwa dengan mengatakan, "Saha tadi nu ngagerung-gerung motor deket imah aing (siapa tadi yang menggerung-gerung knalpot motor dekat rumah saya," ujar jaksa Sandy, menirukan ucapan korban.

Halaman
1234
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved