Demo di Jakarta
Hindari Muridnya Ikut Unjuk Rasa, Kepala SMAN 24 Larang Pulang Pelajar Sebelum Dijemput
Kepala SMAN 24 Nestaria Rumahorbo mengatakan, hal itu dilakukan demi mencegah siswa-siswinya mengikuti aksi unjuk rasa.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
Mereka mewaspadai pergerakan yang akan dilakukan massa.
Sejumlah pedagang kaki lima pun menghiasi sekitaran trotoar dan kolong jembatan melayani pesanan para aparat maupun massa aksi.
Lalu lintas yang mengarah ke arah Slipi dari Semanggi dialihkan menuju Jalan Gerbang Pemuda.
Meski adanya rekayasa lalu lintas, arus di jalan itu ramai lancar.
Seruan Aksi ke Gedung DPR, Mahasiswa Unindra: Sudah Ready Banget, Belajar Dulu Baru Demo
Sejumlah mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) tunggu koordinasi lanjutan dan tetap ikuti kuliah sebelum demo di Gedung DPR RI.
Telah mengetahui seruan aksi lanjutan melalui grup maupun media sosial, sejumlah mahasiswa Unindra di Kampus B Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur menunggu kepastian di bawah pohon rindang area kampus mereka.
Satu diantara mahasiswa Unindra, Farhan Putra mengatakan sudah mempersiapkan segala perlengkapan yang diwajibkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unindra sebelum mengikuti aksi.
"Almamater sudah bawa ini. Pokoknya ini udah ready banget lah. Tinggal tunggu kordinasi dari yang lain aja seperti apa. Karena kan masih ada yang kelas, jadi enggak mungkin kita jalan duluan," ucap mahasiswa Teknik Informatika (TI) semester 3 ini, Senin (30/9/2019).
Tak hanya almamater, untuk perlengkapan logistik juga sudah disiapkan sejumlah mahasiswa.
"Yang penting almamater sama odol. Kalau makanan dan minum ya ada. Nanti kalau kurang beli lagi di jalan," sambung Farhan.
Hal senada juga diungkapkan oleh mahasiswa lainnya, Dicky Zakaria.
Ia yang tak pernah mengikuti aksi unjuk rasa, mengetahui sebagian temannya mengikuti kelas pagi sebelum demo.
"Tadi pagi kan ada praktek. Di situ juga sebagian memang ada yang mau ikut demo, sudah bawa almamater. Begitu kelas pagi, langsung ke titik kumpul di Kampus A yang di Ranco," ucapnya.
Keduanya mengatakan, meskipun menyuarakan aspirasi dan menolak keras RKUHP dan UU KPK, sejumlah mahasiswa Unindra masih menyempatkan belajar terlebih dahulu. Sebab pendidikan menjadi hal yang sangat penting.