Breaking News:

Demo di Jakarta

Luka Lebam di Pipi Maulana Suryadi, Sang Ibu Sudah Ikhlas, Cuma Penasaran Alasan Anaknya Meninggal

"Saya sudah ikhlas, tapi saya ingin tahu kenapa anak saya bisa meninggal," ujar Maspupah.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Ibu Maulana Suryadi, Maspupah (49), saat diwawancarai Wartawan, di Blok F kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2019). 

Kata Maspupah, di dalam ruangan tersebut polisi memberikan uang Rp 10 juta, sebagai uang pemakaman jenazah.

"Sini, Bu. Saya ingin turut berduka cita. Saya dikasih amplop, kata dia buat mengurus jenazah anak saya," kata Maspupah.

Sudah dilarang, sang anak tetap bersikeras berangkat demo

Maulana Suryadi (23), menjadi korban kerusuhan pada 24-30 September 2019, di sekitaran Gedung DPR MPR RI.

Maulana mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Kamis (26/9/2019).

Ibunya, Maspupah (49), menuturkan tentang Maulana Suryadi sebelum wafat.

"Dia selalu minta maaf semasa hidup. Sebelum ikut demo, permintaan maafnya saya merasa ada yang aneh," kata Maspupah, saat diwawancarai Wartawan, di Blok F kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2019).

Pada Rabu (25/9/2019) sekira pukul 20.00 WIB, Maulana Suryadi tiba di rumah seusai bekerja sebagai juru parkir di Blok F Pasar Tanah Abang.

Saat itu, Maspupah tertidur pulas lantaran lelah bekerja sebagai juru parkir juga di tempat yang sama dengan putranya tersebut.

Maspupah mengatakan, tiba-tiba saja Maulana Suryadi memijat badannya tanpa disuruh.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved