Keluarga Terpidana Korupsi Ini Kini Jualan Nasi Uduk, Bangun Jam Tiga Pagi untuk Memasak

Rekening pribadi yang dipegang istrinya masih diblokir meski kartu ATM dan buku rekening sudah dikembalikan.

Keluarga Terpidana Korupsi Ini Kini Jualan Nasi Uduk, Bangun Jam Tiga Pagi untuk Memasak
Tribunnews/Jeprima
Kalapas Sukamiskin Wahid Husen saat meninggalkan gedung KPK usai ditetapkan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018). KPK menemukan adanya uang sejumlah Rp 139.300.000 dari dalam sel lapas napi korupsi Fahmi Darmawansyah. Selain itu, ada sejumlah catatan terkait sumber uang. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BANDUNG- Tak semua keluarga narapidana atau tahanan tindak pidana korupsi (tipikor) hidup mewah bergelimang harta meski tulang punggung keluarga (suami) menjalani masa penahanan.

Ada juga keluarga napi tipikor yang harus memutar otak agar roda perekonomian keluarga tetap berputar saat suami tak lagi bisa menafkahi mereka.

Apalagi saat rekening tabungan suami jadi objek barang sitaan dalam pengungkapan kasus dugaan korupsi.

Rekening yang diblokir tersebut membuat istri dan anak harus sebisa mungkin mencari penghasilan untuk menyambung hidup.

Berdasarkan Pasal 29 ayat 4 Undang-undang Pemberantasan Tipikor disebutkan bahwa penyidik, penuntut umum, atau hakim dapat meminta kepada bank untuk memblokir rekening simpanan milik tersangka atau terdakwa yang diduga hasil tindak pidana korupsi.

Tak terhitung tersangka korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), rekeningnya disita dan diblokir.

Merujuk pada Undang-undang Pemberantasan Tipikor, kewenangan memblokir rekening tidak hanya pada KPK tapi juga penegak hukum lainnya.

Dalam beberapa kasus, pemblokiran rekening simpanan itu berimbas pada perekonomian keluarga napi atau tersangka korupsi.

Salah satunya adalah keluarga eks kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen, terpidana kasus gratifikasi fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin.

Ia divonis bersalah dan dipidana 8 tahun penjara, serta denda Rp 400 juta pada April 2019. Belum lama ini, ia ditersangkakan lagi untuk kasus yang sama.

Halaman
1234
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved