Agus Buatkan Minuman Segar Campur Racun Tikus untuk Istri, Cemburu Korban Hamil dengan Teman Kencan

Seorang suami beraksi keji kepada istrinya sendiri Semarang, Jawa Tengah dengan mencampurkan racun ke dalam minuman.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunjateng.com/Saiful Ma'sum
Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widiyas Sampurna menunjukkan barang bukti gelas dan juga sebar dingin sasetan yang digunakan tersangka AS (kaos biru) untuk meracuni sang istri yang hamil 8 bulan disebabkan cemburu kepada teman mainnnya, Jumat (8/11/2019) 

Pisau itu masih menancap di perut Fani saat pertama kali ditemukan.

Sekilas pandang, orang akan menduga Fani bunuh diri.

Kabar inilah yang juga tersiar di kalangan wartawan saat informasi penemuan mayat ini beredar pada Minggu (27/10/2019) pagi.

"Kalau orang menusuk dirinya sendiri, dalam kedalaman tusukan lima - 10 centimeter saja pasti sudah kesakitan, dan tangan akan terlepas dari pisau," ujar Alfian.

Sedangkan kedalaman tusukan di perut Fani mencapai 26 centimeter bahkan sampai menembus bagian tubuh belakang Fani, dan menyentuh kasur.

Dari sini, polisi menduga sementara, pisau itu ditusukkan oleh seseorang.

Kecurigaan itu ditambah dengan adanya boneka beruang berwarna biru yang menutupi pisau itu.

Kecurigaan lain, adalah tidak adanya kerusakan apapun di rumah Rendi dan Fani. Pintu rumah dalam keadaan terkunci.

Rendi rupanya membawa kunci rumahnya.

Kunci rumah yang jadi satu ikatan dengan kunci sepeda motor itu masih tertancap di sepeda motor yang dia tinggalkan di rumah orang tuanya di Dusun Tempuran Desa Kawangrejo Kecamatan Mumbulsari.

Rendi yang mengaku sedang berada di Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang, Jember, mengabari adiknya, Renda, dan bibinya, Sri Hartatik supaya mendatangi rumahnya.

Kepada Renda, Rendi memberitahu jika kunci rumahnya ada di sepeda motor miliknya itu.

Rendi meminta kepada saudaranya itu untuk mendatangi rumahnya dan bertanya kepada Fani obat apa yang ingin dibelinya.

Rendi mengaku berada di Gebang untuk mengantarkan paketan, serta ke sebuah apotek untuk membeli obat yang dipesan Fani.

Renda dan Sri akhirnya mendatangi rumah Rendi untuk bertanya kepada Fani.

Namun alangkah kaget keduanya, karena menemukan Fani sudah berlumuran darah dengan pisau menancap di perutnya.

Fani sudah meninggal dunia ketika keduanya datang ke rumah itu sekitar pukul 07.45 Wib.

Pisau yang tertancap itu ditutupi oleh boneka beruang berwarna biru.

Kasus itu kemudian dilaporkan ke polisi.

Polisi pun melakukan pemeriksaan secara intensif.

Berbekal kecurigaan, kejanggalan, juga keterangan para saksi, akhirnya kecurigaan mengarah kepada Rendi.

Rendi pun kemudian mengaku telah membunuh sang istri.

Rendi yang bekerja sebagai penjaga malam di Afdeling Dampar pada Minggu (27/10/2019) itu sebenarnya sedang bekerja.

Namun pada pukul 03.00 Wib, dia pamitan pulang kepada rekan kerjanya.

Dia beralasan istrinya sakit, sehingga perlu menengoknya.

Rendi mengaku sempat melihat album pernikahannya dengan sang istri setibanya di rumah.

Persoalan yang menghimpitnya, membuat dia pindah tidur ke kamar depan.

Apindo Kota Tangerang Ancam Pindahkan Pabrik Jika Buruh Ngotot Kenaikan UMK 12 Persen

Beda Pendapat Petinggi PKS di DPRD DKI Jakarta Soal Usulan Calon Wagub dari Gerindra

Persita Tangerang Hadapi Martapura FC Pada Laga Perdana Babak 8 Besar Liga 2 2019

Menurut penuturannya, sang istri mengikutinya pindah tidur ke kamar tersebut.

Sekitar pukul 04.30 Wib, saat istrinya menemaninya tiduran di kasur, Rendi tiba-tiba saja mengambil pisau yang ada di kamar tersebut.

Dia menusukkan pisau itu ke perut sang istri, sambil membekap mulut istrinya dengan bantal.
Dia kemudian menutupi pisau itu memakai boneka berwarna biru.

Setelah itu dia keluar rumah.

Dia menuju rumah orang tuanya yang berjarak tempuh sekitar 10 menit dari rumahnya sendiri.

Di rumah orang tuanya, dia meninggalkan sepeda motor dan kunci rumahnya.

"Kalau menurut pengakuan tersangka R, dia melakukan perbuatannya secara spontan. Dia merasa kecewa karena merasa tidak dihargai sebagai seorang suami. Istrinya tidak pernah cerita jika memiliki persoalan. Juga ada persoalan ekonomi. Hal itu memicu sakit hati sehingga dia melakukan perbuatan itu secara spontan," lanjut Alfian. (TribunJateng.com/Surya.co.id)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved