Kontroversi Anggaran DKI Jakarta

Rekannya Dilaporkan LSM Gegara Cuitan KUA-PPAS di Sosmed, Begini Kata Politisi PSI

Kata Justin, sapaannya, seluruh kader PSI wilayah Jakarta berkumpul guna membahas pelaporan William.

Rekannya Dilaporkan LSM Gegara Cuitan KUA-PPAS di Sosmed, Begini Kata Politisi PSI
Kolase Tribunnews/Kompas
William Aditya Sarana 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D dari Fraksi PSI, Justin Adrian, angkat bicara ihwal rekan satu partainya, William Aditya Sarana yang dilaporkan Lembaga Swada Masyarakat (LSM) Maju Kotanya Bahagia Warganya (Mat Bagan).

Kata Justin, sapaannya, seluruh kader PSI wilayah Jakarta berkumpul guna membahas pelaporan William.

"Iya-iya, betul tadi kami kumpul bahas William. Rapat internal bagaimana menanggapi pelaporan tersebut," ucap Justin, saat meninjau trotoar jalan di kawasan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

Diketahui, William dilaporkan LSM tersebut lantaran dianggap membongkar anggaran ganjil draf Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

LSM tersebut menyatakan, William membuat kegaduhan soal anggaran DKI Jakarta 2020, melalui media sosial.

Kendati begitu, menurut Justin, yang dilakukan William tak ada salahnya.

"Karena konstituennya banyak pengguna internet dan dia (William) taruh cuitannya itu di Twitter. Saya kira tidak ada yang salah dengan itu," ujar Justin.

Drone Lipat Paling Ringan Keluaran DJI Mulai Dipasarkan di Indonesia, Ini Harganya

Tukang Ojek di Depok Curi Iphone X dari Sebuah kamar Kos

Bawa 28 Pemain ke Bali, Indra Sjafri Punya Misi Khusus Uji Coba Lawan Timnas Iran

"Lagi pula walau ada beberapa pihak yang beralasan ini belum final, akan tetapi kami ingin masyarakat berpartisipasi, bahkan sebelum ini menjadi final," dia menambahkan.

Lagian, sambungnya, anggaran tersebut pun bukan uang pribadi Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

"Ini bukan uang Pak Gubernur kok, ini uangnya masyarakat. Kenapa tidak transparansi penggunaannya dari awal," ucap Justin.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved