3 Minggu Bermalam di Kebun, Asfani Ditemukan Sudah Tewas Diterkam Binatang Buas Lebih dari 24 Jam
Kapolres Lahat, AKBP Irwansyah menjelaskan, atas persetujuan pihak keluarga telah dilakukan otopsi dan langsung melibatkan tim Forensik Polda Sumsel.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Muji Lestari
TRIBUNJAKARTA.COM - Fakta baru atas kematian Asfani alias Aswadi (56), petani kopi yang tewas diduga diterkam harimau di Lahat kembali muncul.
Proses pembongkaran makam petani kopi telah dilakukan demi otopsi.
"Penggalian masih terus berlangsung, akan diotopsi di samping makam. Jika sudah akan kembali dimakamkan," ujar Kapolres Lahat AKBP Irwansyah melalui Kapolsek Mulak Uluk, AKP Kasmini Dardah pada Senin (23/12).
Kasmini menuturkan, hasil pencarian tim warga dan gabungan telah berhasil menemukan tulang, rahang dan usus diduga bagian tubuh korban.
TONTON JUGA:
"Ya jika sudah otopsi akan kembali dimakamkan dan digabungkan dengan rangka tubuh yang bari didapat," imbuh Kasmini.
Pembongkaran makam tersebut telah mendapatkan izin dari pihak keluarga.
• 10 Tempat Wisata di Jakarta Cocok untuk Liburan Tahun Baru 2020, Tak Perlu Habiskan Biaya Banyak
"Pembongkaran dilakukan untuk kepentingan penyidikan untuk memastikan apa penyebab kematian Asfani," tegas Kasmini.
Sementara itu, Camat Mulak Ulu, Sumarno menuturkan pencarian organ tubuh petani kopi itu terus dilakukan hingga radius 300 meter.
"Bagian tubuh yang sudah ditemukan tulang rusuk yang sudah berceceran, bagian gigi dan bagian perut," katanya.
Dari hasil otopsi, Asfani alias Aswadi dipastikan tewas dimakan binatang buas.
Kapolres Lahat, AKBP Irwansyah menjelaskan, atas persetujuan pihak keluarga telah dilakukan otopsi dan langsung melibatkan tim Forensik Polda Sumsel.
• Perjuangan Andreina Marcelina Mendidik 250 Anak Berkebutuhan Khusus, Kerap Dibayar Nasi Kuning
Dari hasil otopsi tersebut dikatahui jika Asfani tewas akibat serangan binatang buas.
Hanya saja, belum diketahui binatang tersebut.