3 Minggu Bermalam di Kebun, Asfani Ditemukan Sudah Tewas Diterkam Binatang Buas Lebih dari 24 Jam

Kapolres Lahat, AKBP Irwansyah menjelaskan, atas persetujuan pihak keluarga telah dilakukan otopsi dan langsung melibatkan tim Forensik Polda Sumsel.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Muji Lestari
Sripo/ Ehdi Amin
Jenazah Asfani alias Aswadi (56), warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat yang diduga diterkam harimau saat dibawa ke RSUD Lahat, Minggu (22/12/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Fakta baru atas kematian Asfani alias Aswadi (56), petani kopi yang tewas diduga diterkam harimau di Lahat kembali muncul.

Proses pembongkaran makam petani kopi telah dilakukan demi otopsi.

"Penggalian masih terus berlangsung, akan diotopsi di samping makam. Jika sudah akan kembali dimakamkan," ujar Kapolres Lahat AKBP Irwansyah melalui Kapolsek Mulak Uluk, AKP Kasmini Dardah pada Senin (23/12).

Kasmini menuturkan, hasil pencarian tim warga dan gabungan telah berhasil menemukan tulang, rahang dan usus diduga bagian tubuh korban.

TONTON JUGA:

"Ya jika sudah otopsi akan kembali dimakamkan dan digabungkan dengan rangka tubuh yang bari didapat," imbuh Kasmini.

Pembongkaran makam tersebut telah mendapatkan izin dari pihak keluarga.

10 Tempat Wisata di Jakarta Cocok untuk Liburan Tahun Baru 2020, Tak Perlu Habiskan Biaya Banyak

"Pembongkaran dilakukan untuk kepentingan penyidikan untuk memastikan apa penyebab kematian Asfani," tegas Kasmini.

Sementara itu, Camat Mulak Ulu, Sumarno menuturkan pencarian organ tubuh petani kopi itu terus dilakukan hingga radius 300 meter.

Update Pencarian Anggota Tubuh Korban Terkaman Harimau di <a href='https://jakarta.tribunnews.com/tag/lahat' title='Lahat'>Lahat</a>, Warga Temukan Tulang Rahang & Usus

"Bagian tubuh yang sudah ditemukan tulang rusuk yang sudah berceceran, bagian gigi dan bagian perut," katanya.

Dari hasil otopsi, Asfani alias Aswadi dipastikan tewas dimakan binatang buas.

Kapolres Lahat, AKBP Irwansyah menjelaskan, atas persetujuan pihak keluarga telah dilakukan otopsi dan langsung melibatkan tim Forensik Polda Sumsel.

Perjuangan Andreina Marcelina Mendidik 250 Anak Berkebutuhan Khusus, Kerap Dibayar Nasi Kuning

Dari hasil otopsi tersebut dikatahui jika Asfani tewas akibat serangan binatang buas.

Hanya saja, belum diketahui binatang tersebut.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved