3 Minggu Bermalam di Kebun, Asfani Ditemukan Sudah Tewas Diterkam Binatang Buas Lebih dari 24 Jam
Kapolres Lahat, AKBP Irwansyah menjelaskan, atas persetujuan pihak keluarga telah dilakukan otopsi dan langsung melibatkan tim Forensik Polda Sumsel.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Muji Lestari
"Volta kembali ke desa dan menemui saya bilang jika ayahnya tak ada di kebun. Atas hal itu, saya mengajak Volta, Alan, Jhon Kenedy, Suhardi dan Sarpan untuk mencari," tegas Rahmat.
• PROFIL Lengkap Zulkifli Zaini Jadi Dirut PLN, Dinobatkan The Best CEO & Punya Kekayaan Rp 44,90 M
Tiba di kebun Asfani, diungkapkapkan Rahmat, langsung dilakukan pencarian.
Ia juga terkejut dan cemas ketika ia dan rekannya yang lain menemukan topi dan arit milik korban.
Saat itu, Rahmat mengaku sudah berpikir ada yang tak beres yang menimpa korban.
Ketika terus mencari keberadaan Asfani, Rahmat dan kerabat menemukan paha kiri korban yang berjarak sekitar 50 meter dari pondok.
Kemudian berjarak sekitar 40 meter ditemukan tangan dan dari situ atau sekitar 50 meter ditemukan kerangak kepala.
"Korban ini sudah tiga minggu bermalam di kebun. Selain merawat kopi saat ini korban sedang menunggu buah duren yang mulai membesar karena takut dimakan kera. Ya kami yakin itu kakak ipar kami,. Apalagi ditemukan pakaianya, " imbuh Rahmat.
Saat kejadian Asfani hanya sendiri sehingga tidak ada yang melihat korban tewas karena apa.
• Jedar Kaget Nia Ramadhani Cerita Belajar Nyetir Pertama Kali, Istri Ardi Bakrie: Melanggar Hukum Ya?
Meski demikian, Rahmat menuturkan terdapat jejak tapak di lokasi.
Bahkan, ditemukanya korban bermula dari mengikuti jalur tapak tersebut.
"Makanya keluarga juga setuju membawa ke RSUD sehingga bisa mendapat petunjuk atas kematian korban, " papar Rahmat. (tribunjakarta/tribunsumsel/sripoku)