Formula E
Polemik Formula E: Pandangan Pemprov DKI, Jak Pro, Hingga Kritik Rujak Center for Urban Studies
ajang balap Formula E seyogyanya jangan seperti perhelatan olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil beberapa tahun lalu
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
"Itu teknologinya sudah ada. Tapi kalau dibongkar total, itu aspal baru. Tapi belum diputuskan antara dua opsi itu," lanjutnya.
Dia mengatakan, teknik pengaspalan untuk melapisi batu alam ini telah dilakukan di Paris, Prancis.
"Karena teknik untuk melapisi batu alam itu sudah dimiliki dan telah dilakukan di Paris, dilapis dan dicopot lagi," ujarnya.
• Kakak dan Paman Korban Jadi Saksi Sidang Dua Eksekutor Sewaan Aulia Kesuma
• Hari ini, PN Jakarta Selatan Gelar Sidang Pembuktian Dua Eksekutor Sewaan Aulia Kesuma
• Bakal Calon Wali Kota Tangsel dari Hanura Sisa 6 Orang, 5 Orang Paparkan Visi Misi
Saat awak media bertanya ihwal anggaran pengaspalan lintas balap dan bongkar pasang jangka panjang, dia berkata tidak masalah.
"Tidak masalah, sudah biasa itu. Ya itulah bagian dari membangun trek itu sebenarnya," kata Hilbram.
"Formula E di Paris kayak begitu," sambungnya.
Dia juga tak menjawab tegas ihwal anggaran aspal beton atau hotmix di kawasan Monas.
"Nah, anggaran itu semuanya dipegang Jak Pro. Kalau saya dari Komite Penyelenggara," kata Hilbram.
"Kami fokus kepada penyelenggaraan balapannya, anggarannya, buat ini berapa, buat itu berapa, itu semua di Jak Pro," sambungnya.
Menyoal dasar hukum balapan Formula E di dekat Monas, Hilbram mengatakan tim kuasa hukum Jak Pro yang akan memahami hal itu.
"Itu tim lawyer Jak Pro yang mengukur itu semua," pungkasnya.