Breaking News:

Pencabulan Anak di Bekasi

Pria Beristri Cabuli Anak Belasan Tahun, Korban Terbuai oleh Bujukan Cincin Seharga Rp 15 Ribu

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Wijonarko mengatakan, aksi bejat tersangka Ade mencabuli korbannya sebanyak lima kali.

TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Ade Harry Irawan tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur saat di Mapolres Metro Bekasi Kota. 

Ade Harry Irawan (35) tega mencabuli anak temannya sendiri berusia 15 tahun berinisial N.

Usai ketahuan akan aksi bejatnya, dia sempat berkompromi dan menjadikan korban istri kedua.

Hal ini diungkapkan Ade saat dijumpai di Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (20/2/2020).

Dia mengatakan, kasus ini awalnya akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Sambil mengenakan masker dan pakaian warna oranye khas tahanan, dia menceritakan penyebab kasus ini terbongkar hingga berujung pada pelaporan polisi.

"Jadi dari pihak korban jemput istri saya, dia ngadu dari situ kebongkar, tadinya udah mau diselesaikan secara kekeluargaan mau dinikahin," kata Ade.

Lebih jauh, Ade mengaku rencana menikahi korban rupanya sudah disepakati oleh ayah korban yang tidak lain adalah teman dekatnya.

"Mereka minta tanggal 29 januari 2020 (menikah) karena istri dijemput dari pihak korban akhirnya cekcok marah sekeluarga datang semua, saya cuma bisa tabah aja apa yang saya lakuin saya jalanin aja," ujar dia.

Sekeluarga Tewas Korban Tanah Longsor di Bogor: Permintaan Anak Tak Biasa Hingga Keanehan Masak Nasi

Gelar Aksi Kemanusiaan, Aliansi Masyarakat Peduli Wuhan Bakal Nyalakan 2.020 Lilin

Diguyur Hujan Semalam, Sejumlah Pohon di Jakarta Barat Tumbang

Kartu Merah Hingga Selebrasi Provokatif Warnai Final Piala Gubernur Jatim 2020

Pecinta Olahraga Lari Bisa Rasakan Sensasi Lari Keliling Kampus di Malam Hari Lewat UI Ultra 2020

Pernikahan itu kata Ade sebagai bentuk pertanggungjawabannya usai remaja putri berusia 15 ditiduri sebanyak lima kali.

Pihak keluarga korban juga awalnya sepakat dan tidak akan mengadukan ke istri tersangka.

"(Istri) enggak (setuju), tapi kan kalau tanpa sepengetahuan istri bisa kali pelan-pelan (nikahi korban)," jelas dia.

Belum sampai terealisasi, satu orang anggota keluarga korban lalu memilih melaporkan kasus pencabulan ini ke istri tersangka.

Sampai suatu ketika, istri tersangka datang ke rumah korban dan terjadi keributan antara keluarga korban dan istrinya.

"Dia (korban) dipaksa sama abangnya buat kasi tahu istri saya, itu tadinya udah kesepakatan kita mau secara kekeluargaan, karena istri saya pas datang ke keluarga korban bentak-bentak dan marah ke situ baru dilaporin (polisi)," jelas dia.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko mengatakan, aksi bejat tersangka dilakukan sebanyak lima kali. Kelimanya dilakukan di rumah korban.

"Aksinya dilakukan sudah 5 kali, semuanya di rumah korban, tersangka menginap karena dia merupakan teman dekat ayah korban," kata Wijonarko, Kamis, (20/2/2020).

Lebih rinci, Wijonarko memaparkan, aksi pertama dilakukan pada 11 Januari 2020, kemudian dilanjut pada 14, 17, 20 dan 23 Januari 2020.

"Mereka sudah kenal sebelumnya, pada 28 Desember 2019 tersangka ini berpacaran sama korban," paparnya.

Wijonarko menambahkan, sempat beberapa kali sebelum melakukan perbuatannya, pelaku memberikan kalung dan cincin kepada korban sebagai bentuk hadiah.

"Diiming-imingi benda perhiasan sama pelaku, perhiasan seperti cincin seharga Rp 15.000 dan kalung perak Rp 25.000," tambahnya.

Akibat perbuatannya, Ade kini mendekam di tahanan Mapolres Metro Bekasi Kota. Dia kenakan pasal 81 ayat 2 juncto 76D UU nomor 17 tahun 2016 tentang tindak pidana persetubuhan di bawah umur ancaman penjara 15 tahun. (TribunJakarta.com)

Penulis: MuhammadZulfikar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved