Penyiar Radio Dihajar Mantan Pacar, Sempat Rela Jalan Kaki ke Kantor Demi Motor Dipakai Si Cowok

Penyiar radio YP (24) dihajar mantan pacar AM (24), yang merupakan seorang pegawai bank di Kota Solo.

Tribunnews.com
Ilustrasi Penganiayaan 

YP menceritakan pengalamannya, berjalan kaki dari rumah di daerah Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukorharjo ke tempat kerjanya saat masa pacaran dengan AM.

"Setelah beberapa bulan jalan, dia tak punya motor. Pakailah motorku untuk kerja setiap hari. Aku bahkan dari rumah sampai ke kantor jalan kaki, sempat orangtua tanya, motormu dimana, terus aku jawab dipakai AM," jelas YP.

Seiring berjalannya waktu, AM kemudian mengambil kredit sepeda motor dan ibu YP yang menjadi penjaminnya.

"Ambil kredit sepeda motor dan yang jadi penjamin ibuku, yang membantu menurunkan itu ibuku sampai dia bisa kredit motor," tutur YP.

YP mengaku AM jarang mendatangi rumahnya, semisalkan datang itu pun karena diminta olehnya.

"Datang ke rumah juga kadang-kadang, jika aku minta, waktu aku kerja MC dia aku minta datang ke rumah untuk antar aku, dia datang,

"Kalau tidak ya terkadang datang karena mau minta uang," akunya.

YP mengungkapkan ada sisi baik AM yang bisa membuatnya luluh.

Meski, ia kerap mendapatkan perlakuan kasar dari AM.

"Dia pernah berkorban menemani aku kerja MC ke luar kota, tepatnya di Semarang dan dia sampai mengambil cuti kerja."

"Kemanapun saya kerja MC, dia selalu menemani, baiknya dia itu di situ, tapi main tangan itu lho yang tidak bisa diterima," tambahnya.

Pelaku divonis 3 bulan percobaan

Humas Pengadilan Negeri Sukoharjo, Boxgie Agus Santoso menyampaikan utang yang dimiliki AM (24) terhadap YP sudah lunas.

"Yang jelas masalah cekcok, ada keributan terus yang cewek memutuskan hubungan dengan pacarnya lewat WhatsApp setelah itu mereka ketemuan terus ada pemukulan," jelasnya.

Selain itu, Boxgie mengatakan, pelaku juga telah divonis Pengadilan Negeri Sukoharjo hukuman pidana satu bulan dalam masa percobaan tiga bulan atas dasar penganiayaan ringan.

"Satu bulan pidana tidak perlu dijalankan kecuali ada perintah lain dari hakim atau pengadilan yang menentukan bahwa yang terpidana dinyatakan bersalah melakukan suatu tindak pidana dengan masa percobaan tiga bulan," terang Boxgie.

AM tidak perlu menjalani hukum pidana tersebut apabila ia dapat berkelakuan baik selama tiga bulan.

"Kalau dalam tiga bulan berkelakuan baik yang sebulan tadi hangus, tidak perlu dijalankan. Sebaliknya dalam tempo tiga bulan itu dia melakukan tindak pidana sejenis atau beda jenis akan dipidana dengan pidana yang baru plus yang satu bulan penganiayaan ringan ini," aku Boxgie. (tribunjakarta/tribunsolo)

Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Muji Lestari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved