Muslih Kaget Saat Raba Karung Ternyata Berisi Jasad Perempuan Terikat, Begini Curhat Suami Korban
Warga digegerkan penemuan jasad perempuan terbungkus karung di Kampung Sukalaksana, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (4/3/2020).
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
Jaraknya, sekitar 1 kilometer dari kediamnnya.
Kapolsek Gunung Halu, AKP Yogaswara mengatakan, lokasi penemuan mayat tersebut kondisinya berbukit dan harus melewati hutan Perhutani, bahkan saat melakukan olah TKP polisi harus berjalan sekitar 30 menit.
"Memang Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat itu cukup jauh dari rumah korban," ujar Yogaswara saat ditemui di Mapolsek Gunung Halu, Kamis (5/3/2020).
Menurutnya, lokasi penemuan mayat itu merupakan area hutan dan area persawahan.
Sedangkan untuk akses jalannya banyak turunan dan tanjakan yang cukup terjal.
Ia mengatakan, hutan itu terdapat banyak pohon pinus dan berbagai macam tumbuhan seperti rumput liar yang ukurannya cukup tinggi.
Saat ini, sekitar lokasi penemuan mayat seorang ibu yang memiliki anak satu sudah dipasang garis polisi agar warga tidak memasuki lokasi penemuan mayat tersebut.
"Jarak antara sawah dengan hutannya sekitar 500 meter. Sedangkan jarak hutan ke TKP korban ditemukan tewas sekitar 100 meter," ucap Yogaswara.
Ia mengatakan, setelah menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi penemuan mayat itu, kemudian, pihaknya langsung melakukan evakuasi dan Tim Inafis melakukan olah TKP.
"Saat ini, mayat korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih (RSSA) Bandung untuk dilakukan otopsi," katanya.
Dugaan Pemerkosaan
Anggota Sat Reskrim Polres Cimahi terus melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat perempuan terbungkus karung di hutan Datar Canar, Kampung Sukalaksana, RT 1/21, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Korban, Ai Nuryani (25) yang merupakan warga setempat ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, terdapat luka parah pada bagian kepala dan sobek pada bagian wajah akibat hantaman senjata tajam.
Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan, selain mendalami dugaan pembunuhan pihaknya juga saat ini tengah mendalami adanya indikasi pemerkosaan terhadap korban.
"Itu masih kami dalami, mungkin arah kesana (pemerkosaan) ada. Tapi hal tersebut harus menunggu hasil otopsi yang dilaksanakan hari ini," ujarnya saat ditemui di Mapolsek Gunung Halu, Kamis (5/3/2020).
Adanya indikasi pemerkosaan terhadap ibu muda tersebut karena saat ditemukan di hutan, korban sudah dalam kondisi sebagian pakaiannya terbuka.
Selain itu, kata Yohannes, berdasarkan hasil olah TKP dan ditemukan luka pada sebagian tubuhnya, korban ini diduga kuat merupakan korban pembunuhan.
"Ada luka akibat senjata tajam, jadi diduga keras bahwa korban ini merupakan korban pembunuhan," katanya.
Untuk memastikan adanya indikasi pemerkosaan dan dugaan pembunuhan, saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung untuk dilakukan autopsi.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan sudah memeriksa beberapa saksi secara intensif untuk mengungkap kasus ini, semoga segera terungkap," kata Yohannes
Curhat Suami Korban

Suasana duka tampak masih menyelimuti keluarga Ai Nuryani (25), korban pembunuhan yang mayatnya dibungkus karung di hutan Datar Canar, Kampung Sukalaksana, RT 1/21, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pantauan Tribun Jabar, Kamis (5/3/2020), di sekitar rumah sederhana korban tampak masih banyak orang yang berkumpul menunggu kedatangan jenazah dari Rumah Sakit Sartika Asih Kota Bandung karena hingga kini korban masih diautopsi.
Raut wajah sedih dari suami korban yakni Syarif Hidayat (28) dan ibu korban Halimah (60) terlihat saat menceritakan kejadian itu hingga menyebabkan Ai Nuryanti meninggal dengan kondisi luka parah.
Syarif Hidayat (28), mengatakan, ia sama sekali tidak menyangka istrinya bisa meninggal secara mengenaskan, padahal keluarga termasuk istrinya selama ini tidak memiliki masalah atau musuh dengan siapapun.
"Saya heran, ada orang sadis kayak gini. Padahal niat istri saya saat itu hanya mencari rumput," ujarnya saat ditemui di kediamannya.
Untuk itu, ia belum bisa menerima aksi sadis yang dilakukan pelaku hingga menyebabkan istrinya meninggal dunia, sehingga Syarif berharap pelakunya bisa segera ditangkap polisi.
"Istri saya tidak memiliki musuh, makanya saya heran istri saya bisa seperti itu (meninggal)," kata Syarif.
Sementara Halimah menduga kuat anaknya itu memang tewas dibunuh, sehingga ia meminta pihak berwenang segera menemukan pelakunya dan memberikan hukuman yang setimpal.
"Saya sakit hati, anak saya meninggal seperti itu padahal tidak memiliki musuh sama siapapun. Anak saya hanya pencari rumput," katanya.
Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan, saat ini pihaknya sudah membentuk tim gabungan yakni dari anggota Polres Cimahi dan anggota Polsek Gunung Halu agar kasus dugaan pembunuhan ini bisa segera terungkap.
"Tim gabungan itu perintah langsung dari bapak Kapolres, sejak kemarin dari awal penemuan mayat hingga saat ini, kami masih melakukan penyelidikan," ujarnya.
Permintaan Keluarga
Keluarga Ai Nuryani (25), korban dugaan pembunuhan yang mayatnya terbungkus karung berharap pelaku bisa segera ditangkap polisi dan hukum seberat-beratnya.
Seperti diketahui ibu satu anak itu ditemukan tewas di hutan Datar Canar, Kampung Sukalaksana, RT 1/21, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Ibu kandung korban, Halimah (60), mengatakan kematian anaknya itu memang tidak wajar karena terdapat luka pada bagian kelala, dahi dan dagu, sehingga dia menduga kuat anaknya dibunuh.
"Saya sebagai ibunya, berharap pelaku bisa dihukum berat, kalau bisa dihukum mati," ujar Haliman saat ditemui di rumah duka, Kamis (5/3/2020).
Hal tersebut, kata dia, karena selama ini anaknya tidak memiliki musuh, apalagi berbuat salah kepada orang lain. Sebab, keseharian anaknya itu hanya seorang ibu rumah tangga yang sesekali membantu suaminya mencari rumput.
"Anak saya sering bantu suaminya mencari rumput ke pasir (ke daerah atas). Saat kejadian juga memang sedang mencari rumput," katanya.
• Tutorial Cara Aktifkan Dark Mode WhatsApp, Diklaim Bisa Lebih Hemat Baterai
• 240 Toko Sepakati Operasi Pasar Masker, Pasar Jaya: Yang Melanggar Disanksi
Hal senada dikatakan, Syarif Hidayat (28) suami korban yang menyimpan harapan yang sama, bahwa pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal karena istrinya meninggal dalam kondisi mengenaskan.
"Tapi semua itu saya serahkan ke aparat penegak hukum. Semoga pelakunya bisa segera tertangkap," ucapnya.
Sementara aparat kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan, bahkan polisi juga sudah membentuk tim gabungan. (TribunJabar.id)