Teriakan Sang Nenek Kagetkan Warga: Mulut Muntah Darah, Luka Leher dan Gigi Palsu Copot

Nenek berusia 73 tahun diduga menjadi korban perampokan di sebuah rumah Jalan Ngagel Tama Utara Surabaya, Kamis (5/3/2020).

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
SURYA/FIRMAN RACHMANUDIN
Lokasi dugaan aksi perampokan berujung digoroknya seorang nenek di sebuah rumah Jalan Ngagel Tama Utara Surabaya, Kamis (5/3/2020) . 

Perampokan rumah di Jalan Ngagel Tama Utara II nomor 17 Surabaya menyebabkan seorang nenek bernama Zulvida (73) mengalami luka gorokan di leher.

Berdasarakan informasi Ketua RT setempat, Farid Abuzal, rumah lantai 2 berwarna biru yang diduga disatroni perampok itu kerap kosong.

Sebab korban sebenarnya tinggal di Kalibokor Selatan 134, bersama anak dan menantunya.

Rumah yang biasa ditinggali korban itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah tempat kejadian.

"Tinggalnya di depan. Jadi rumah yang di gang II itu sering kosong. Hanya sesekali korban datang ke rumah tersebut," kata Farid.

Informsai yang didapat Farid, pelaku diduga beraksi seorang diri setelah sempat menanyakan alamat rumah lain kepada pembantu korban di depan rumah.

"Pelaku memakai motor matic, jaket merah helm hitam," sebutnya.

Aksi dugaan perampokan itu terjadi, Kamis (5/3/2020) sekitar pukul 12.40 WIB.

Terekam CCTV

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya meninjau tempat kejadian perkara dugaan aksi perampokan di rumah seorang nenek di Jalan Ngagel Tama Utara Surabaya, Kamis (5/3/3030).
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya meninjau tempat kejadian perkara dugaan aksi perampokan di rumah seorang nenek di Jalan Ngagel Tama Utara Surabaya, Kamis (5/3/3030). (TRIBUNJATIM.COM/FIRMAN RACHMANUDIN)

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menyebut telah mengidentifikasi pelaku kasus nenek dirampok di rumahnya di Jalan Ngagel Tama Utara II Surabaya, Kamis (5/3/2020) sekitar pukul 12.40 WIB.

"Kami periksa CCTV di sekitar lokasi, pelaku mengenakan jaket merah dan motor, untuk jumlahnya saat ini masih satu orang. Namun masih kami dalami," sebut Sudamiran, Kamis (5/3/2020) di lokasi.

Sudamiran menegaskan telah menerjunkan dua unit yakni Jatanras dan Satreskrim untuk membackup unit reskrim Polsek Gubeng mengejar pelakunya.

Disinggung terkait luka korban, Sudamiran belum dapat memastikan.

"Untuk korban lukanya masih kami tunggu hasil pemeriksaan dokter. Tapi informasi digorok senjata tajam itu tidak benar," tambahnya.

Selain itu, polisi juga masih memastikan barang berharga yang hilang dari rumah korban yang diduga dirampok itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved