Hilang 2 Jam Setelah Asyik Main Hujan, Balita di Sibolga Ditemukan Tewas Membiru di Rumah Tetangga
Satu jam kemudian, ibu bocah berusia empat tahun itu, Sinta (33) tak dapat menemukan keberadaan sang putri.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Siti Nawiroh
Pertama, kondisi gorong-gorong tertutup coran.
Johan mengungkapkan, pihaknya harus dibantu dua unit kendaraan alat berat berjenis eskavator untuk membongkar coran penutup gorong-gorong.
"Kalau dibongkar semua dari ujung sini ke sini, pihak polsek sudah mengalihkan arus lalin. Walaupun ada space sedikit tapi kan gak efektif," katanya
Kedua, terlalu banyak warga yang tak berkepentingan turut melihat proses pencarian.
Bagi Johan hal itu terbilang menghambat kinerja personelnya di lapangan.
• Jelang Bulan Ramadan, Umat Islam Diimbau Ibadah Tarawih & Salat Id di Rumah Selama Pandemi Covid-19
Pasalnya, ruang gerak untuk menggunakan sejumlah alat pencarian terkendala.
"Terlalu banyak warga yang ikut menonton, disuruh pergi sulit," tuturnya.
Ketiga, derasnya arus luapan air di dalam gorong-gorong.
Johan menerangkan, derasnya luapan air dari dalam gorong-gorong pascahujan deras, Sabtu (4/4/2020) kemarin ternyata juga menyulitkan proses pencarian korban.
"Dibanding sekarang kemarin arusnya deras sekali, sekarang gak terlalu. Artinya arus genangan air yg deras cukup menghambat," pungkasnya.
• Ucapan Almarhum Wakil Jaksa Agung ini Jadi Pengingat Bagi Wali Kota Jakarta Barat
Korban Terseret 100 Meter
Balita laki-laki beirnisial N akhirnya berhasil ditemukan.
Tubuh balita itu terbawa arus air selokan sedalam 1 meter itu di depan celah gorong-gorong tepat di kawasan Jalan Asem Mulya, Asemrowo, Surabaya.
Bila dihitung-hitung, tubuh korban terbawa arus air selokan sejauh 100 meter ke arah timur, dari lobang gorong-gorong tempat tubuh korban pertama kali tercebur di samping kios penjual pulsa di Jalan Tambak Mayor
"Alhamdulillah korban ditemukan di gorong- depan toko atau bengkel bubut Jalan Asem Mulya," ujar Kapolsek Asemrowo AKP Hari Kurniawan di lokasi, Minggu (5/4/2020).
Heri memastikan kondisi korban saat pertama kali dievakuasi dalam keadaan tidak bernyawa.
Setelah diangkat atau dievakuasi dari lobang gorong-gorong, jenazah lantas dibawa menggunakan mobil ambulan Dinas Sosial Pemkot Surabaya menuju kamar mayat RSUD Dr Soetomo, guna dibersihkan lalu dilakukan otopsi luar.
"Kondisinya sudah meninggal. Sekarang ada di kamar mayat RSU Dr Soetomo, lalu dibawa ke pihak keluarga," tuturnya.
Hari menuturkan, pihaknya akan tetap menggali keterangan pada pihak keluarga korban mengenai kronologi kejadian pada Sabtu (4/4/2020) kemarin.
Sementara ini ia memastikan bahwa penyebab adanya insiden tersebut karena kelalaian dari pihak keluarga yang saat itu mendampingi korban.
"Tidak ada tendensi lain," pungkasnya.
(TribunJakarta/Surya/TribunJatim)