Laporkan Acara Maulid Yang Digelar Saat Pandemi ke Polisi, Popi Malah Dibully: Saya Dikatain Iblis

Iktikad baik Popi mengingatkan warga agar mematuhi imbauan pemerintah, untuk tidak berkerumun selama masa pandemi nampaknya tak disambut baik.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
Freepik
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJAKARTA.COM - Iktikad baik Popi mengingatkan warga agar mematuhi imbauan pemerintah, untuk tidak berkerumun selama masa pandemi tampaknya tak disambut baik.

Sejumlah warga masih ada saja yang kedapatan ngeyel dan tetap tak melakukan physical distancing.

Bahkan Popi justru dibully oleh tetangganya sendiri.

Lantaran melaporkan kegiatan yang menimbulkan kerumunan kepada polisi.

Popi sontak terkejut, tiba-tiba namanya menjadi bulan-bulanan warga yang dilaporkannya.

Aneka umpatan mengalir deras di grup WhatsApp warga di mana ia tak ada di dalamnya.

Semula Popi memang tidak mengetahui hal itu.

Sampai ketika ada yang memberinya sebuah tangkapan layar grup WhatsApp, yang berisi percakapan warga.

“Ada yang memberiku screenshot (tangkapan layar), habislah aku dibilang wartawan gadungan, menghina lah, buruk muka, buruk hatinya, iblis. Ada screenshot-nya,” aku Popi.

“Jadi saya tuh seolah-olah manusia, di mata mereka, kayak iblis. Benar saya dikata-katain gitu, berhati iblis,” tambah dia.

Terungkap Motif Utama Babysitter Rekayasa Penculikan, Pelaku Tak Menyesal: Saya Memang Suka Bohong

Umpatan itu karena warga mengetahui Popi-lah yang melaporkan acara tersebut ke polisi.

Salah seorang warga memiliki teks pesan laporan yang dikirim Popi ke polisi itu.

Popi pun dua kali kecewa.

Sudah tak diindahkan oleh warga yang tetap nekat menggelar perayaan berjamaah, Popi patah hati karena laporannya ke polisi bocor.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved