Laporkan Acara Maulid Yang Digelar Saat Pandemi ke Polisi, Popi Malah Dibully: Saya Dikatain Iblis

Iktikad baik Popi mengingatkan warga agar mematuhi imbauan pemerintah, untuk tidak berkerumun selama masa pandemi nampaknya tak disambut baik.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
Freepik
Ilustrasi virus corona 

Kekeh Gelar Acara Berjamaah

Bukan hanya B yang resah pada sekelompok warga yang ngotot ingin menghelat perayaan Maulid Nabi pada hari Minggu lalu.

Popi juga menyimpan kekhawatiran sejenis, begitu pun dengan mayoritas warga di sekitar kediamannya.

Mereka sama-sama tak habis pikir, alasan kelompok warga itu enggan mengindahkan instruksi jaga jarak fisik (physical distancing) yang digaungkan keras-keras oleh banyak pihak.

Popi dan para tetangga berulang kali membahas siasat agar perayaan tersebut batal terselenggara, karena pasti akan mengundang kerumunan.

“Warga sini sudah bilangin ke mereka yang segelintir, mungkin 50 orang itu. Sudah sering menegur, (mereka) tidak mau (batal),” kata Popi.

Menurut Popi, para panitia perayaan itu selalu punya kartu truf jawaban setiap kali diminta membatalkan perayaan Maulid Nabi.

Jawaban itu selalu berhasil membungkam Popi dan rekan untuk sesaat.

Panitia penyelenggara acara menyebut bahwa kegiatan mereka sudah mengantongi izin polisi.

Itu dia kartu trufnya: klaim mengantongi izin polisi.

Dapat Nasi Bungkus Gratis dari Warteg, Ini Suara Pilu Para Ojol: Sepi Orderan, Jarang Makan Siang

Yang lebih tak habis pikir, acara tersebut justru diselenggarakan oleh mantan-mantan pejabat RT atau RW setempat.

“Justru, ini mantan-mantan (pejabat) RT di sini (panitia), (entah) apa dia masih menjabat, saya baru 2 tahun di sini. Sepertinya, setahu saya, mereka menjabat sebagai RT. Terus, masih ada salah satu panitia yang disebut ‘Bu RW’,” jelas Popi.

“Pelakunya justru itu, kan aneh. Bagaimana bisa lapor, orang istrinya juga pelakunya. Mau lapor sama siapa? Berarti sudah izin (kepada RW) kan, orang yang disebut ‘Bu RW’ yang mengoordinir acara itu,” tambah dia.

Popi Akhirnya Lapor Polisi

Hari yang dinanti para panitia tiba. Minggu (12/4/2020), sekira pukul 08.00 WIB, kata Popi, mulai ada keramaian di masjid

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved