Laporkan Acara Maulid Yang Digelar Saat Pandemi ke Polisi, Popi Malah Dibully: Saya Dikatain Iblis

Iktikad baik Popi mengingatkan warga agar mematuhi imbauan pemerintah, untuk tidak berkerumun selama masa pandemi nampaknya tak disambut baik.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
Freepik
Ilustrasi virus corona 

Merespons peristiwa itu, ia lantas melaporkannya ke aparat berwenang.

Berbekal pengalamannya sebagai wartawan, ia menghubungi salah seorang pejabat Polres Metro Depok melalui SMS untuk melaporkan kerumunan tersebut.

“Cuma dia doang yang saya kasih (laporan). Dia meneruskan, memerintahkan ke Kapolsek. Kapolsek suruh anak buah,” tutur Popi.

Kepala Bagian Humas Polres Metro Depok, AKP Firdaus mengetahui peristiwa tersebut.
Firdaus menegaskan, perayaan Maulid Nabi di masjid itu tak mengantongi izin kepolisian.

“Tidak ada izin,” katanya.

“Laporannya (ada acara yang mengundang kerumunan di masjid) sudah ditindaklanjuti,” ujar Firdaus.

Popi masih diam di rumahnya yang ada di belakang masjid, setelah melaporkan kerumunan itu ke Polres Metro Depok.

Polisi Datang

Popi kemudian menerima Informasi dari warga, beberapa polisi datang menyambangi Masjid Jami Almuhajirin sekira pukul 10.30 WIB.

Sesuatu yang menurut Popi Terlambat.

“Informasi dari warga, polisi tidak masuk ke masjid, (melainkan) duduk-duduk and mereka dikasih makanan juga, terus pulang bawa tentengan, ketawa-ketawa. Kan enggak lucu, hampir 2 jam baru datang, pas (perayaan) sudah mau selesai. Lucunya, bukannya masuk masjid (untuk) membubarkan, tapi memang pas bubar,” tukas Popi.

“Terus bahas-bahas aku. Ada saksi warga bilang, loh kok (mereka) membicarakan saya. Kok tahu saya yang melapor?” tambah dia.

Peserta Kartu Prakerja Sudah Bisa Dapat Gaji Mulai Minggu Depan, Berikut Informasi Lengkapnya

Popi Geram Laporannya Bocor

Insiden bocornya laporan ini membuat Popi merasa geram ketimbang berlangsungnya perayaan.
Ia mengecam anggota polisi, siapa pun itu, yang membocorkan laporannya.

Popi paham, laporannya pasti akan diteruskan ke jajaran hingga anggota polisi di lapangan.
Namun, bukan berarti laporan itu jadi menyebar di kalangan warga.

Kepala Bagian Humas Polres Metro Depok, AKP Firdaus sempat ditanya mengenai hal ini.

Namun dia mengaku tak tahu soal laporan yang bocor itu.

“Ini yang belum tahu kami, menyebarkan identitas seperti apa?” ujar AKP Firdaus kepada saat diminta tanggapannya mengenai pengakuan Popi.

Bertolak dari insiden ini, Popi berharap, aparat berwenang bisa lebih tegas menindak warga yang merasa kebal dan bebal menggelar acara yang mengundang kerumunan – sesuatu yang kontraproduktif dengan segala jerih-payah melawan Covid-19. (TribunJakarta/Kompas.com)

TNI dan Polisi Siap Bubarkan Warga Berkerumunan di Tempat Umum

Jajaran TNI dan Polisi siap membubarkan warga yang berkerumun di wilayah Jakarta Pusat.

Hal ini dikatakan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto, saat dihubungi pada Rabu (25/3/2020).

"Tentu kami dengan TNI siap membubarkan kerumunan warga di tempat umum," kata Heru.

Hal ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun telah menginstruksikan masyarakat agar tetap di rumah hingga virus tersebut hilang.

Pada Selasa malam (24/3/2020), jajaran TNI dan Polres Metro Jakarta Pusat usia berpatroli membubarkan kerumunan warga di wilayah Jakarta Pusat.

Heru mengingatkan agar para pekerja di lapangan senantiasa menggunakan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer jika keluar rumah.

"Kalau keluar rumah wajib menggunakan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer," imbah Heru.

"Harus selalu jaga kesehatan dan semoga kita semua terhindar dari virus corona", sambungnya.

Dia menegaskan, sebaiknya masyarakat patuh terhadap instruksi pemerintah agar di rumah saja.

Tagar #dirumahaja pun sempat trending di berbagai media sosial.

"Karena itu, kami harap masyarakat patuh terhadap instruksi pemerintah pusat," kata dia.

"Karena penularan Covid-19 dapat menyebar menyebar jika tidak mematuhi anjuran pemerintah. Kita harus mendukung pemerintah memutus penularan virus corona," ucap Heru. (tribunjakarta)

Sebagian artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul "Kisah Warga Depok Dibully Tetangga Sendiri karena Laporkan Acara Maulid Nabi ke Polisi"

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved