Warga Kebumen Gempar Pria Beristri 5 Tewas Gantung Diri di Gudang, Ini Dugaan Penyebabnya
SM (44), warga desa Aditirto membuat gempar warga Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan, Kebumen.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBUMEN - SM (44), warga desa Aditirto membuat gempar warga Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan, Kebumen.
SM ditemukan tewas gantung diri di seutas tali dalam gudang milik warga sekitar bernama Masdi.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, Selasa (28/4/2020).
Warga sekitar menemukan jasad SM saat akan mengambil sapu di dalam gudang.
Saat memasuki gudang, posisi SM menggantung di kayu "Blandar" gudang itu.
Selanjutnya peristiwa itu segera dilaporkan ke Polres Kebumen.
Tak lama kemudian, Inafis Polres Kebumen, Polsek Pejagoan dan SPKT Polres Kebumen datang ke lokasi dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Mardi.

Diungkapkan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, dari hasil olah TKP pihaknya tidak menemukan tanda mencurigakan yang mengarah ke tindak Pidana.
"Dari hasil olah TKP, kami tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan yang mengarah ke tindak Pidana," jelas AKBP Rudy.
Hal ini dikuatkan oleh keterangan Tim Medis dari Puskesmas Pejagoan yang juga mengecek kondisi yang bersangkutan.
Tim Medis tidak menemukan tanda yang mencurigakan yang mengarah ke tindak Pidana.
Penuturan sejumlah saksi di lapangan, dimungkinkan SM nekat mengakhiri hidupnya karena himpitan ekonomi.
SM meninggalkan 5 orang istri.
Kejadian Serupa
Warga Coba Bunuh Diri Setelah Ditolak Keluarga

Seorang warga mencoba bunuh diri setelah ditolak keluarganya saat mudik ke kampung halamannya di Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (21/4/2020).
Keluarganya takut tertular virus corona menyusul pria tersebut datang dari wilayah zona merah Covid-19.
Kekecewaan pria berusia 38 tahun yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur tersebut diluapkannya dengan cara menenggak cairan deterjen serta menyayat nadi tangannya menggunakan benda tajam.
Kapolsek Cepu, AKP Agus Budiyana, menyampaikan, korban yang mengenakan jaket hoodie hitam dan celana jeans tersebut ditemukan terkapar bersimbah darah di pinggir trotoar Jembatan Bengawan Solo wilayah Cepu.
Aksi percobaan bunuh diri pria ber-KTP Surabaya di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut sontak menghebohkan warga setempat.
"Dari keterangan saksi mata, korban berupaya mengakhiri hidup dengan meminum cairan rinso dan menyayat tangannya," Agus dilansir dari Kompas.com melalui ponsel, Selasa.
Menurut Agus, sejumlah saksi mata yang mengetahui insiden naas tersebut langsung berupaya melaporkan ke pihak kepolisian.
Anggota Polsek Cepu pun langsung bergegas ke lokasi kejadian untuk melarikan korban ke RSUD dr R Soeprapto Cepu pada sore pukul 15.00 WIB.
"Karena masih hidup korban langsung dibawa ke RSUD Cepu menggunakan ambulans, " kata Agus.
Dijelaskan Agus, dari hasil pemeriksaan sementara, korban nekat mencoba bunuh diri lantaran ditolak keluarganya saat hendak pulang ke rumah.
Kepulangan korban tak dikehendaki lantaran korban datang dari wilayah zona merah Covid-19.
"Pria ber- KTP Surabaya itu ditolak keluarganya karena datang dari Surabaya yang merupakan wilayah pandemik virus corona," kata Agus.
Gantung Diri Akibat Di-PHK
Frustasi karena di PHK kantornya imbas pandemi corona menjadi penyebab JT (27) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.
JT ditemukan gantung diri di kamarnya di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat pagi tadi.
Ia pertama kali ditemukan oleh sang adik IC (26) sekira Pukul 10.00 WIB.
"Kakak saya memang baru dicepat di perusahaannya awal bulan ini karena dampak wabah virus corona," kata IC ditemui di Polsek Kembangan, Selasa (21/4/2020).
IC mengatakan, sejak dipecat beberapa pekan lalu, kondisi JT memang berubah drastis. Sang kakak terlihat kerap mengurung diri.
Saat itu, pihak keluarga juga sudah sering berusaha menghibur JT agar tak terlalu larut dalam kesedihannya.
"Dia tadinya kerja di perusahaan ekspedisi," kata IC.
IC mengatakan pagi tadi masih berkomunikasi dengan sang kakak sebanyak dua kali.
Pertama, sekira Pukul 06.00 WIB ketika JT mencari ibundanya.
"Cuma kan ibu saya kerja akhirnya dia masuk lagi ke kamar," kata IC.
Kemudian, sekira Pukul 08.00 WIB, IC masih melihat JT dengan gelagat yang makin aneh. JT pun tak mau kamarnya dimasuki oleh IC.
"Dia itu dorong kulkas dan nutupin pintu. Saya tanya kenapa, katanya mau beres-beres. Tapi kok kayak gitu, saya juga enggak bisa masuk ke kamarnya," kata IC.
• Pemerintah Harus Selalu Siap Merespon Aspirasi Masyarakat di Masa Krisis Dampak Pandemi Covid-19
• Fakta-fakta Bocah Tanggung Todong Pistol ke Juru Parkir Minimarket Cipayung, Berawal Jebol Motor
• Istrinya Dikirimi Foto Jorok, Suami di Gresik Langsung Melabrak dan Buat Pelakunya Berlumuran Darah
Sekira Pukul 10.00 WIB, IC yang khawatir dengan gerak gerik sang kakak berusaha kembali mendatangi kamar JT, namun saat itu sudah terkunci.
Dengan bantuan suaminya dan beberapa warga mereka mendobrak pintu kamar JT dan menemukan JT sudah tewas gantung diri.
"Dia emang cerita soal kerjanya aja yang diberhentiin karena corona, dan sudah berusaha ngelamar kerja lagi tapi belum dapat. Kalau soal asmara sih enggak pernah cerita," kata IC.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Niko Purba memastikan tak ada bekas kekerasan di tubuh korban.
Saat ini, jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
"Hasil pemeriksaan kami tidak ada tanda-tanda kekerasan pada korban. Jadi diduga ini murni bunuh diri," kata Niko.
Kontak Bantuan
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
(Kompas.com/TribunJateng/TribunJakarta.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Pria Beristri 5 di Kebumen Ditemukan Tewas Gantung Diri di Gudang, Diduga karena Himpitan Ekonomi,