Hendak Pergi ke Pasar Saat Subuh, Pedagang di Ende Berakhir Nahas Ketika Betemu Orang Asing di Jalan
Nasib nahas menimpa seorang pedagang berinisial AN (39) asal Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, NTT.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
"Berdasarkan keterangan dari dokter, korban kemungkinan meninggal (karena) air keras terhirup dan tertelan sehingga merusak saluran pernapasan yang mengakibatkan sesak dan rusak saluran cerna," ungkap Lorensius.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini kasus itu sedang diselidiki.
Polisi juga sudah memasang police line di TKP.
• Polisi Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Prank Kotak Sepatu Isi Mayat Bayi di Terowongan Ceger
Hingga saat ini polisi masih menyelidiki terkait siapa pelaku penyiraman air keras tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini," ungkapnya.
"Hasilnya tunggu selesai penyelidikan," ucap Lorensius. (TribunJakarta/PosKupang/Kompas)
Wanita di Kalibata Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Motif: Masalah Asmara
Hubungan asmara diduga menjadi motif utama pada kasus penyiraman air aki di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.
Terduga pelaku berinisial A (30) dan korbannya yang seorang wanita merupakan pasangan suami istri.
Kanit Reskrim Polsek Pancoran Iptu Wahidin mengatakan, korban wanita berinisial RA (32) adalah cinta pertama pelaku.
"Ya dia (korban) cinta pertama, sehingga cinta banget, makanya nggak mau diputusin (cerai)," kata Wahidin saat dihubungi, Senin (4/5/2020).
Usai disiram air aki, RA mengalami luka di bagian wajahnya.
Ia juga sempat dirawat di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Iya (luka) di bagian kelopak mata sebelah kiri," kata Wahidin.
Ia menjelaskan, tidak terlihat luka bakar di wajah korban.