Dua Ormas Bentrok di Bekasi
Ormas Bentrok di Bekasi, Diduga Persoalan Kopi Hingga Kios Dirusak dan 4 Motor Dibakar
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko mengatakan, bentrok dua ormas ini sudah terjadi sejak Kamis dini hari sekira pukul 03.00 WIB
Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Dua kubu Organisasi Masyarakat (Ormas) bentrok di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis, (21/5/2020).
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko mengatakan, bentrok dua ormas ini sudah terjadi sejak Kamis dini hari sekira pukul 03.00 WIB.
"Jam 3 pagi sudah ada permasalahan, kemudian dari kedua kubu sudah coba untuk menyelesaikan," kata Wijonarko di Jalan I Gusti Ngurah Rai.
Polsek Bekasi Kota (wilayah hukum Bekasi Barat) turut berusaha mendamaikan dua kubu ormas yang berselisih.
Pimpinan kedua ormas, kata Wijonarko, sudah dipanggil ke Polsek Bekasi Kota untuk mediasi agar keributan pada Kamis dini hari tidak berlanjut.
Pada saat bersamaan, dua kubu ormas rupanya mengerahkan konsentrasi massa di Jalan I Gusti Ngurah Rai.
Sekira Kamis pukul 17.00 WIB, bentrokan lanjutan pun pecah.
"Kenyataannya pukul 17.00 WIB dari salah satu ormas mendatangi lokasi Jalan I Gusti Ngurah Rai, lalu terjadi keributan," jelasnya.
Wijonarko menjelaskan, pihaknya sudah membagi tugas personel yang melakukan mediasi di Polsek Bekasi Kota dan personel yang mengamankan lokasi.
"Kita bagi tugas baik yang melakukan mediasi dan petugas berada di lokasi keributan bisa dikendalikan sebenrnya hanya sebatas melempar keriburan dan sebagainya, tidak ada korban jiwa," tegasnya.
Akibat bentrokan itu, pos salah satu ormas di Jalan I Gusti Ngurah Rai dan satu toko rumah makan tidak jauh dari pos dirusak massa.
Selain itu, empat unit sepeda motor yang berada di dekat rumah makan turut dirusak dengan cara dibakar.
Aksi bentrok ini sempat membuat Jalan I Gusti Ngurah Rai lumpuh, massa dari kedua kubu saling melempar batu.
Bentrokan akhirnya dapat mereda setelah personel kepolisian bersenjata lengkap dan mobil water cannon tiba di lokasi. Hingga pukul 21.00 WIB situasi TKP mulai kondusif tetapi polisi masih nampak bersiaga.
Satu kios rusak dan sepeda motor dibakar
Dua kubu organiasi masyarakat (ormas) bentrok di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis (21/5/2020).
Pantauan TribunJakarta.com, tampak petugas kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota berjaga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Sejumlah warga juga nampak berkerumun melihat situasi pascabentrokan kedua ormas.
Pos milik satu ormas yang berada di dekat jembatan Jalan I Gusti Ngurah Rai juga seperti bekas dirusak.
Tetapi jika melihat lebih jauh, terdapat sebuah rumah makan tidak jauh dari pos ormas yang turut dirusak.
Sisa pecahan kaca berceceran di jalan serta terdapat empat unit motor yang dibakar.
Kendaraan water cannon nampak disiagakan lengkap dengan polisi bersejata laras panjang mengawal sekitar lokasi.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Wijonarko mengatakan, bentrokan dua kubu ormas terjadi pukul 17.00 WIB.
"Di Lokasi Jalan I Gusti Ngurah Rai Terjadi keributan dua Ormas," kata Wijonarko.
Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
hanya saja empat unit kendaraan sepeda motor dan kios rumah makan dirusak.
"Ini masih kita inventaris tapi yang pasti ada 4 unit sepeda motor dibakar dan atas kejadian itu kita akan proses sesuai hukum," tegas dia.
Persoalan memesan kopi
Bentrokan antara dua organisasi masyarakat dipicu akibat masalah sepele.
Menurut keterangan warga sekitar bernama Ucay, bentrokan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bintara, Bekasi Barat itu disebab ulah anggota satu ormas yang memesan kopi di warung milik ormas lain.
"Mesen kopi awalnya, yang punya warung bawain ke sana (ke pos salah satu ormas," kata Ucay.
Tapi pemilik warung mulai resah, anggota yang memesan kopi tak kunjung memberi kejelasan kapan mau membayar kopi yang sudah berulang kali dipesan.
"Pas ditagih yang punya warung malah disuruh nanti sama ketuanya yang bayar," ucap Ucap.
"Dia malah ditanya siapa yang mesen, terus dijawab ada anggota yang tatoan, yang ditagih enggak ada orangnya," sambung dia.
Dari situ, keributanpun terjadi, pemilik warung mulai gusar dengan perlakuan tersebut yang tak kunjung membayar pesanan kopi.
Keributan ini lanjut Ucay terjadi pada Kamis dini hari.
Pedagang kopi yang merupakan anggota ormas mencoba meminta tagihan dari ormas lain yang memesan kopi tersebut.
"Iya katanya gitu, yang pertama (tragedi dini hari) juga sudah sempat damai."
"Kejadian sudah damai, sudah tertulis diatas materai, tapi tadi sore anggota pada datang ke warung kopi," terangnya.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Wijonarko mengiyakan bentrok dua kubu ormas sudah terjadi sejak dini hari sekira pukul 03.00 WIB.
"Jam 3 pagi sudah ada permasalahan, kemudian dari kedua kubu sudah coba untuk menyelesaikan," kata Wijonarko di Jalan I Gusti Ngurah Rai.
Pihak kepolisian Polsek Bekasi Kota (wilayah hukum Bekasi Barat) turut ikut berusaha mendamaikan dua kubu ormas yang tengah berselisih.
Pimpinan kedua ormas kata Wijonarko, dipanggil ke Polsek Bekasi Kota untuk melakukan mediasi agar keributan yang terjadi pada dini hari tidak berlanjut.
Tapi pada saat bersamaah, dua kubu ormas rupanya melakukan konsentrasi massa di Jalan I Gusti Ngurah Rai. Sekira pukul 17.00 WIB, bentrokan lanjutanpun pecah.
"Tapi kenyataanya jam 17.00 WIB dari salah satu ormas mendatangi ke lokasi Jalan I Gusti Ngurah Rai terjadi keributan," jelasnya.
Wijonarko menjelaskan, pihaknya dalam hal ini sudah membagi tugas personel yang melakukan mediasi di Polsek Bekasi Kota dan personel yang mengamankan TKP.
"Kita bagi tugas baik yang melakukan mediasi dan petugas berada di lokasi keributan bisa dikendalikan sebenrnya hanya sebatas melempar keriburan dan sebagainya, tidak ada korban jiwa," tegasnya.
Akibat bentrokan itu, pos salah satu Ormas di Jalan I Gusti Ngurah Rai dan satu toko rumah makan yang berlokasi tidak jauh dari pos dirusak massa.
Selain itu, empat unit sepeda motor yang berada di dekat rumah makan turut dirusak dengan cara dibakar.
Aksi bentrok ini sempat membuat Jalan I Gusti Ngurah Rai lumpuh, massa dari kedua kubu saling melempar batu.
Akibat bentrokan itu, pos ormas di Jalan I Gusti Ngurah Rai dan satu rumah makan tidak jauh dari pos dirusak massa.
Selain itu, empat unit sepeda motor yang berada di dekat rumah makan turut dirusak dengan cara dibakar.
Aksi bentrok ini sempat membuat Jalan I Gusti Ngurah Rai lumpuh, massa dari kedua kubu saling melempar batu.
Bentrokan akhirnya dapat mereda setelah personel kepolisian bersenjata lengkap dan mobil water cannon tiba di lokasi. Hingga pukul 21.00 WIB situasi TKP mulai kondusif tetapi polisi masih nampak bersiaga.
• Masjid KH Hasyim Asyari Tak Gelar Salat Idulfitri 1441 H
• Pantau Medsos, Polsek Metro Menteng Cegah Tawuran Antar Geng
• Mobil dan Kamar Jadi Lokasi Bercinta Zuraida Hanum dengan Pembunuh Hakim Jamaluddin
• Ustaz Abdul Somad Sempat Sebut Ada Pengacara Kondang Mencarinya, Hotman Paris: Sampai Ketemu Nanti
• KPK Sebut Rektor UNJ Diduga Minta Dekan Kumpulkan Uang THR untuk Diserahkan ke Pejabat Kemendikbud
Polisi panggil petinggi ormas
Massa salah satu ormas menyambangi kantor Polsek Bekasi Kota di Jalan Jenderal Sudirman Bekasi Barat, usai bentrok dengan ormas lain pada Kamis (21/5/2020) sore.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Wijonarko mengatakan, kehadiran massa salah satu ormas merupakan bentuk solidaritas mereka.
"Terkait dengan kehadiran massa ke lokasi dalam hal ini Polsek Bekasi Kota ini sebagai wujud kepedulian mereka namun tadi sudah kita sampaikan ya kita imbau supaya bisa membubarkan diri," kata Wijonarko di Polsek Bekasi Kota, Jumat (22/5/2020) dini hari WIB.
Dia menjelaskan, kasus bentrok dua kubu ormas sedang ditangani penyidik Polres Metro Bekasi Kota.
Dua pimpinan organisasi juga sudah dipanggil untuk mediasi dan menyatakan sepakat kasus ini diselesaikan sepenuhnya oleh kepolisian.
"Pasca keributan tadi sore menjelang malam sudah kita tindaklanjuti, di mana kita panggil dari masing-masing ormad," ungkap Wijonarko.
Dalam pertemuan tersebut sudah mencapai kata kesepakatan dan musyawarah, di mana kasus ini jadi atensi kepolisian.
Untuk diketahui, massa salah satu ormas konvoi dengan roda dua dari lokasi bentrok di Jalan I Gusti Ngurah Rai Bintara menuju kantor polsek.
Ratusan orang itu sempat memadati jalan depan kantor polsek, mereka menuntut agar insiden bentrok dapat diusut tuntas.
Beruntung massa dapat dikendalikan, ratusan personel kepolisian yang mengawal dapat meredam massa sehingga tidak terjadi bentrokan susulan atau aksi kekerasan lain.
"Kita imbau supaya bisa membubarkan diri dan serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Metro Bekasi Kota," jelas Wijonarko
Sebelumnya, dua kubu massa ormas bentrok di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bintara, Kamis, (21/5/2020).
Bentrokan ini dipicu akibat permasalah sepele, di mana salah satu oknum ormas memesan kopi di warung milik salah satu anggota ormas lain.
Tapi ketika hendak ditagih, muncul keributan oknum ormas yang pesan kopi dengan pedagang pada Kamis dini hari sekira pukul 03.00 WIB.
Upaya mediasi pada insiden pertama sempat dilakukan, tetapi pada sore harinya sekira pukul 17.00 WIB, massa dari kedua kubu justru berkumpul di Jalan I Gusti Ngurah Rai hingga terjadi bentrokan yang lebih besar.
Akibat kejadian itu, warung rumah makan diduga milik anggota salah satu ormas dirusak, begitu juga pos milik ormas lain.
Ada empat unit kendaraan sepeda motor dibakar. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kios-rumah-makan-dirusak-akibat-bentrok-dua-ormas-di-bekasi.jpg)