Virus Corona di Indonesia

Keluarga Marah Pasien Corona Tak Bisa Pulang Lebaran: Ancam Bunuh Diri, Pintu Ruang Isolasi Dikunci

Pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien Covid-19 mengancam akan bunuh diri gara-gara tidak diizinkan pulang Lebaran.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - RSUP Sanglah Denpasar, Bali, menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien Covid-19 mengancam akan bunuh diri.

Hal itu dipicu keputusan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirjo (Smart) Pamekasan yang tidak memberikan izin mereka pulang ke rumah untuk merayakan Lebaran pada tahun ini.

Permintaan pulang ke rumah untuk merayakan Lebaran disampaikan keluarga dan pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Namun Ketua Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirjo (Smart) Pamekasan, Syaiful Hidayat menolak permintaan tersebut.

Ia beralasan pasien tersebut berpotensi besar menularkan virus corona baru kepada keluarga dan tetangga jika diizinkan.

"Kami tolak permintaan pulang dari pasien ataupun keluarga pasien Covid-19. Mereka bisa menularkan kepada banyak orang jika dipulangkan dalam keadaan positif ataupun dalam PDP," ujar Syaiful Hidayat saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2020).

Menurut Syaiful, keluarga pasien banyak mendatangi rumah sakit dan marah karena permintaan mereka ditolak.

Beberapa keluarga pasien mengancam dokter dan perawat dengan kekerasan.

Tapi, dokter tetap tak mengizinkan pasien tersebut pulang.

Ruang isolasi di rumah sakit dikunci dari luar agar pasien tak bisar keluar.

Halaman
1234
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved