Buka Layanan, Samsat Jakarta Barat Terapkan Protokol Covid-19

Aturan ketat sesuai protokol Covid-19 diterapkan Samsat Jakarta Barat terhadap wajib pajak yang hendak mengurus pajak kendaraannya.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Masyarakat sedang mengantre urus pajak di Samsat Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Aturan ketat sesuai protokol Covid-19 diterapkan Samsat Jakarta Barat terhadap wajib pajak yang hendak mengurus pajak kendaraannya.

Kanit Samsat Jakarta Barat, AKP Bobby Danuardi menjelaskan, protokol yang diberikan mulai dari pengecekan suhu tubuh, menyediakan tempat cuci tangan, Bilik Disinfektan hingga membatasi jumlah wajib pajak di dalam ruangan untuk menerapkan physical distancing.

"Cuci tangan dulu, ukur suhu tubuh jika normal maka akan melewati bilik steril yang berisi cairan disinfektan (pembunuh virus)," kata Bobby saat dihubungi, Kamis (4/6/2020).

Masyarakat sedang mengantre urus pajak di Samsat Jakarta Barat.
Masyarakat sedang mengantre urus pajak di Samsat Jakarta Barat. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Untuk membatasi jumlah pengunjung, ujar Bobby, pihaknya mengerahkan mobil Samsat Keliling dan Samsat Drive Thru di dalam halaman Samsat Jakarta Barat.

"Makanya kami urai juga dengan membuka pelayanan Samling atau Samsat Keliling serta Samsat Drive Thru untuk perpanjangan pajak tahunan di dalam area samsat utk menghindari terjadinya penumpukan di dalam gedung samsat," ujar dia.

Bobby tak menampik bahwa sempat terjadi lonjakan wajib pajak yang datang ke Samsat Jakarta Barat pada Selasa (2/6/2020).

Hal itu, kata dia, lantaran wajib pajak mengira program penghapusan denda pajak masih berlaku.

"Penghapusan denda pajak sudah berakhir pada 29 Mei 2020 yang lalu. Nah wajib pajak itu berpikir kalau program itu masih ada makanya wajib pajak ramai kemarin," kata Bobby.

Dua Minimarket di Jakarta Selatan Dirampok Dalam 24 Jam, Pelaku Dilengkapi Celurit dan Pistol

Penerapan PSBL Sudah Benar Tapi Anies Tetap Teruskan PSBB, Analisis Pakar: Warna Zona Bisa Salah

Diketahui, Korlantas mengharuskan pelayanan SIM, STNK dan BPKB menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Keputusan tersebut merujuk pada Surat Telegram (STR) Kapolri Nomor : ST/1537/V/YAN.1./2020 tanggal 29 Mei 2020 yang ditanda tangani oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved